2.912 Hektare Sawah di Padang Terancam Kekeringan Pascabanjir Bandang

Penulis -

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan hektare sawah di Kota Padang terancam kekeringan akibat intake bendungan rusak pascabanjir bandang pada Jumat (28/11/2025) lalu. (Foto: FB Diskominfo Padang)

Ribuan hektare sawah di Kota Padang terancam kekeringan akibat intake bendungan rusak pascabanjir bandang pada Jumat (28/11/2025) lalu. (Foto: FB Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Lebih dari separuh sawah di Kota Padang terancam kekeringan setelah dua irigasi bendungan utama rusak akibat banjir bandang yang melanda kota itu pada Jumat (28/11/2025). Kerusakan pada bendungan Koto Tuo dan Gunung Nago membuat aliran air ke lahan pertanian tersendat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menjelaskan total lahan sawah yang berpotensi kekeringan mencapai 2.912,16 hektare dari 4.358 hektare sawah eksisting di kota tersebut.

Lahan terdampak tersebar di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, sebagian Lubuk Kilangan, Nanggalo, Padang Timur, serta sebagian Pauh.

Kerusakan Bendungan Memutus Aliran Irigasi

Di Bendungan Koto Tuo, Kecamatan Koto Tangah, intake irigasi mengalami kerusakan berat hingga jebol, sehingga air tidak lagi mengalir ke areal persawahan.

“Akibat jebolnya intake tersebut, sekitar 900 hektare sawah di Koto Tangah terdampak. Dalam beberapa hari ke depan bisa saja seluruh 1.200 hektare sawah di kecamatan itu mengalami kekeringan,” ungkap Yoice, Selasa (2/12/2025).

Kondisi serupa juga terjadi di Bendungan Gunung Nago. Intake jalur kanan yang mengairi sawah di Kecamatan Nanggalo, sebagian Gunung Sarik, Sungai Sapih, Kalumbuk, dan Korong Gadang juga ikut jebol.

Jalur kiri yang memasok air ke Piai Tangah, Pisang, sebagian Binuang Kampung Dalam, Cupak Tangah, Padang Timur, Kuranji, serta tiga kelurahan di Lubuk Begalung turut mengalami rusak berat.

Menurut Dinas Pertanian, kerusakan irigasi di Gunung Nago berpotensi menyebabkan sekitar 2.000 hektare sawah mengalami kekeringan.

Upaya Penanganan Sementara

Dinas Pertanian telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V untuk mencari solusi darurat. Petani Koto Tangah mengusulkan penggunaan pompa besar agar air dapat kembali mengalir, terutama karena banyak tanaman padi baru memasuki fase pertumbuhan.

Baca Juga :  Kabar Baik Bagi Non-ASN Pemko Padang, 5.391 Formasi Disetujui MenPAN-RB

Namun BWS V tidak merekomendasikan opsi pompa karena biaya operasional akan sangat besar. Alternatif yang disarankan adalah pemasangan batu bronjong untuk mengarahkan air masuk sementara waktu.

Kerusakan di Bendungan Koto Tuo dan Gunung Nago merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Karena itu, koordinasi lanjutan akan dilakukan melalui Dinas PUPR Kota Padang.

357 Hektare Sawah Alami Puso

Selain ancaman kekeringan, Dinas Pertanian mencatat 357 hektare sawah sudah mengalami puso (gagal panen), termasuk di Kelurahan Kuranji yang tertimbun material lumpur. Yoice memperkirakan angka puso akan bertambah jika pasokan air tidak segera pulih.

Wilayah yang Masih Aman

Beberapa wilayah tercatat aman dari ancaman kekeringan, yakni:

  • Kecamatan Bungus Teluk Kabung (650 hektare sawah)
  • Sebagian besar Kecamatan Lubuk Begalung, karena 75 persen sumber airnya berasal dari hulu Lubuk Peraku yang tidak terdampak banjir bandang. (*/red)

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang
KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru