Pessel, Javanusa—Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gambir Koto Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar Temu Bisnis dengan mitra potensial dari luar negeri di Sentra IKM Gambir Koto Taratak, Selasa (9/12).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring pemasaran, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk IKM di pasar global.
Pertemuan bisnis tersebut dihadiri oleh Camat Sutera, Dailipal, S.Sos, M.Si, Wali Nagari Koto Taratak Yendrizal, serta perwakilan perangkat daerah terkait di tingkat Provinsi Sumbar dan Kabupaten Pessel.
Mitra bisnis internasional yang hadir berasal dari India, Pakistan, dan Thailand, mewakili kalangan buyer yang memiliki ketertarikan terhadap komoditas gambir Pesisir Selatan.
Wali Nagari Koto Taratak, Yendrizal, menyampaikan kegiatan ini mempertemukan pelaku IKM gambir dengan mitra strategis luar negeri yang berpotensi membuka pintu ekspor lebih luas.
Temu Bisnis ini bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi dan inovasi. Kesepakatan dagang yang dibahas melibatkan Pemprov Sumbar, Pemkab Pessel, Kecamatan Sutera, Nagari Koto Taratak, serta Koperasi Sentra IKM Gambir Koto Taratak. Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sutera Dailipal, S.Sos, M.Si menegaskan pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kapasitas pelaku IKM melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan.
Sejak tahun 2023, Pemkab Pessel melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Transmigrasi telah melaksanakan sejumlah program penguatan kelembagaan IKM, pelatihan pengelolaan bisnis, dan manajemen wirausaha.
Tahun 2023, pemerintah juga mengalokasikan dana khusus untuk pengembangan tiga Sentra IKM, yaitu Sentra IKM Perikanan Carocok Tarusan, Sentra IKM Minyak Atsiri Lunang, dan Sentra IKM Pengolahan Gambir Koto Taratak,” jelasnya.
Pemerintah berharap, melalui Temu Bisnis ini, komoditas gambir Pesisir Selatan semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar internasional, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor IKM berbasis potensi lokal. (sus)






