Solsel, Javanusa—Hari Jadi ke-22 Solok Selatan (Solsel) resmi dimulai dengan Parade Baju Adat yang berlangsung meriah di Ruang Terbuka Hijau Padang Aro, Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini menandai pembukaan rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Solsel Tahun 2026.
Parade tersebut menampilkan ragam busana adat Minangkabau dan etnis lainnya yang ada di Solsel. Ribuan warga tampak memadati lokasi sejak pagi untuk menyaksikan pembukaan agenda tahunan tersebut.
Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, menegaskan peringatan Hari Jadi Solok Selatan ke-22 bukan sekadar acara seremonial. Momentum ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan daerah sejak pemekaran.
“Selama 22 tahun, berbagai tantangan telah kita lalui bersama. Berkat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Solok Selatan terus tumbuh dan bergerak maju,” ujar Khairunas dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pelestarian budaya menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, identitas budaya harus berjalan seiring dengan percepatan pembangunan dan pelayanan publik.
Sekretaris Daerah Solok Selatan, Drs. Syamsurizaldi, selaku Ketua Panitia, menjelaskan peringatan tahun ini mengusung tema “Lebih Dekat, Lebih Cepat, Semakin Melompat.” Tema tersebut mencerminkan arah kebijakan pemerintah daerah.
Fokus Pelayanan dan Pembangunan Daerah
Syamsurizaldi menyebut, tema itu menekankan komitmen pemerintah untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Selain itu, percepatan pelayanan publik dan lompatan pembangunan menjadi prioritas utama pada 2026.
“Peringatan Hari Jadi Solok Selatan ke-22 diharapkan memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif membangun daerah,” katanya.
Ketua TP-PKK Solok Selatan, H. Erniati Khairunas, menilai parade baju adat sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya lokal. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai keberagaman di tengah perubahan zaman.
“Parade ini mengingatkan kita bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama,” ujarnya.
Parade baju adat menjadi pembuka rangkaian kegiatan Hari Jadi Solok Selatan ke-22 yang akan berlangsung sepanjang 2026. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini memperkuat identitas Solok Selatan sebagai daerah yang berbudaya dan berkarakter. (*/red)






