Pessel, Javanusa—Pemerhati anak nasional, Seto Mulyadi (Kak Seto), mengunjungi lokasi pengungsian korban banjir dan longsor di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Rabu (7/1/2026).
Kunjungan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan kondisi psikologis anak-anak pascabencana.
Kehadiran Kak Seto bertujuan memberikan dukungan psikososial dan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Anak-anak merupakan kelompok paling rentan mengalami tekanan mental akibat peristiwa bencana.
Setibanya di lokasi pengungsian, Kak Seto disambut antusias oleh puluhan anak yang telah menunggu sejak pagi.
Dengan gaya khas yang ceria dan komunikatif, Kak Seto mengajak anak-anak bernyanyi lagu anak-anak “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, disertai permainan dan gerakan sederhana yang memancing tawa.
Suasana hangat dan penuh keceriaan pun tercipta di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian. Wajah anak-anak tampak lebih rileks dan bahagia saat mengikuti setiap aktivitas, sebagai bagian dari proses pemulihan trauma agar mereka kembali merasa aman, nyaman, dan percaya diri.
Kegiatan trauma healing tersebut difasilitasi oleh komunitas kemanusiaan Bayan Peduli, yang selama ini aktif mendampingi Kak Seto dalam memberikan pendampingan psikologis bagi korban bencana, khususnya anak-anak.
Dalam kesempatan itu, Kak Seto menegaskan pemulihan kesehatan mental anak sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan fisik seperti makanan dan tempat tinggal.
“Anak-anak ini mengalami peristiwa yang tidak mudah. Melalui bermain, bernyanyi, dan interaksi yang hangat, kita membantu mereka melepaskan rasa takut serta membangun kembali rasa aman,” ujar Kak Seto.
Menurutnya, pendekatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan penuh empati dapat mempercepat proses pemulihan mental anak.
Kehadiran orang dewasa yang peduli akan membuat anak merasa diperhatikan dan dicintai.
Bupati Pessel, Hendrajoni menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kak Seto dan komunitas Bayan Peduli terhadap anak-anak korban bencana di Pesisir Selatan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kak Seto dan Bayan Peduli yang telah hadir langsung memberikan perhatian kepada anak-anak kami,” ujar Hendrajoni.
Ia menilai kegiatan trauma healing tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan kondisi psikologis anak-anak pascabencana, agar mereka dapat kembali beraktivitas dan belajar dengan semangat.
Hendrajoni berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mendukung program pemulihan mental anak sebagai bagian dari penanganan bencana yang berkelanjutan.
“Pemulihan mental anak sangat penting karena mereka adalah masa depan Pesisir Selatan,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syahrizal Antoni, Kepala Dinas Sosial PPRA Pessel, Ilham, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Wendi, Plt Kepala Pelaksana BPBD, Mulyandri, serta Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup, Syafrianto. (naurah)






