Padang Pariaman, Javanusa—Pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir di Padang Pariaman terus dikebut dan ditargetkan rampung pada 22 Januari 2026.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis meninjau langsung progres pembangunan di Korong Talao Mundam, Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Sabtu (17/1/2026).
Peninjauan ini untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target. Pemerintah daerah menargetkan Huntara dapat segera ditempati warga terdampak banjir.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padang Pariaman Zahirman, Kepala Pelaksana BPBD, Camat Batang Anai, serta Wali Nagari Ketaping.
Kehadiran jajaran terkait menjadi bagian dari pengawasan lintas sektor terhadap percepatan pembangunan.
Bupati menegaskan percepatan Huntara merupakan prioritas pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan upaya pemulihan pascabencana banjir di wilayah Batang Anai.
Target Selesai 10 Hari
Pelaksana pembangunan, PT Nindya Karya, menyampaikan bahwa pengerjaan Huntara ditargetkan selesai dalam waktu 10 hari. Jika sesuai rencana, pembangunan akan rampung pada 22 Januari 2026 dan siap dihuni warga.
Bupati mengapresiasi kinerja kontraktor yang dinilai bekerja cepat dan sesuai perencanaan. Ia menyebut progres di lapangan menunjukkan hasil yang signifikan.
“Alhamdulillah, hari ini kita berada di lokasi Huntara Batang Anai. Progresnya sangat cepat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Syahriwal dari Nindya Karya yang menargetkan pekerjaan selesai sekitar sepuluh hari,” ujar John Kenedy Azis.
Di lokasi tersebut dibangun 40 unit Huntara dengan luas sekitar 20 meter persegi per unit. Bupati memastikan lokasi pembangunan berada di area aman dan tidak terdampak banjir saat kejadian sebelumnya.
“Lokasinya bagus dan aman, terbukti saat banjir kemarin tidak tersentuh air. Bangunannya rapi dan layak huni,” katanya.
Ia berharap warga terdampak banjir, khususnya dari Banda Cino dan Talao Mundam, sudah dapat menempati Huntara pada pekan berikutnya.
Pemerintah daerah berkomitmen memastikan hunian sementara ini benar-benar mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. (*/red)






