Menteri Agama ke Mesir, Bahas Pembukaan Cabang Al-Azhar di Indonesia

Penulis -

Senin, 19 Januari 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang sebelum keberangkatan ke Mesir, Minggu (18/1/2026). (Foto: Kemenag/Amirul Ikhsan)

Menteri Agama Nasaruddin Umar di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang sebelum keberangkatan ke Mesir, Minggu (18/1/2026). (Foto: Kemenag/Amirul Ikhsan)

Jakarta, Javanusa—Menteri Agama Nasaruddin Umar bertolak ke Mesir untuk membahas pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia, serta menghadiri forum internasional ekoteologi.

Kunjungan ini merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penguatan diplomasi pendidikan dan keagamaan Indonesia di tingkat global.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut pembahasan pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia akan ditindaklanjuti secara serius. Gagasan ini sebelumnya telah muncul dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan sejumlah negara Muslim.

“Akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan kerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia,” ujar Nasaruddin sebelum keberangkatan, Minggu (18/1/2026).

Menurut Nasaruddin, pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dinilai strategis untuk memperluas akses pendidikan Islam berkualitas. Selama ini, mahasiswa Asia Tenggara harus menempuh perjalanan jauh ke Mesir dengan berbagai tantangan regional.

“Sudah waktunya Al-Azhar dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga mahasiswa Asia Tenggara tidak perlu jauh ke Mesir,” kata dia.

Dukung Beban Pendidikan Al-Azhar

Selain membuka akses pendidikan, rencana ini juga dapat meringankan beban Universitas Al-Azhar. Nasaruddin menyoroti meningkatnya jumlah mahasiswa internasional dan tekanan ekonomi yang dihadapi Mesir.

“Mesir saat ini overloaded, baik karena pengungsian maupun lonjakan mahasiswa asing,” ujarnya.

Ia menambahkan, gagasan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah negara sahabat, antara lain Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania.

Skema kerja sama yang dibahas meliputi program dual degree, joint faculty, hingga pengajaran langsung oleh dosen Al-Azhar di Indonesia.

Jadi Pembicara Kunci Seminar Ekoteologi di Al-Azhar

Selain agenda pendidikan, Menteri Agama juga memenuhi undangan resmi Universitas Al-Azhar sebagai pembicara kunci seminar internasional bertema ekoteologi. Kehadiran Indonesia dalam forum ini membawa mandat Presiden RI.

Baca Juga :  53.971 Rumah Rusak akibat Gempa Flores, BNPB Masih Verifikasi Data

“Atas izin Bapak Presiden, saya diminta menjadi keynote speaker dalam seminar internasional tentang ekoteologi,” ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan, konsep ekoteologi Indonesia mendapat perhatian luas di tingkat global. Isu ini sebelumnya juga mengemuka dalam forum lintas agama di Vatikan dan menuai respons positif.

“Indonesia dianggap paling representatif untuk berbicara tentang ekoteologi saat ini,” katanya.

Perkuat Posisi Indonesia di Dunia Islam

Melalui kunjungan ini, pemerintah berharap Indonesia semakin diakui sebagai pusat pendidikan Islam global. Diplomasi pendidikan dan keagamaan dinilai menjadi instrumen penting dalam memperkuat peran Indonesia di dunia internasional.

Nasaruddin optimistis, kerja sama dengan Al-Azhar akan memperkuat ekosistem pendidikan Islam moderat sekaligus memperluas jejaring akademik Indonesia di Timur Tengah. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Razia Tempat Hiburan Malam di Guguak, Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota Tes Urine Pengunjung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Selama Porprov Sumbar 2026, PKL Dilarang Berjualan di Dalam Portal GOR H. Agus Salim

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Truk CPO Terguling di Singuntur Mudo, Arus Padang–Painan Buka-Tutup

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Buntut Temuan Klaster Mewah

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

7 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Panyalaian, Diduga Dipicu Rem Pikap Bermasalah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya, 20 Rumah dan Sejumlah Fasilitas Rusak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Manggarai Barat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Musik Karaoke Terlalu Keras, Satpol PP Padang Tegur Pemilik Warung

Berita Terbaru