Padang, Javanusa—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menyalurkan lebih dari 1 juta liter air bersih untuk warga terdampak banjir bandang di kawasan Gunung Nago.
Distribusi ini dilakukan sebagai respons cepat atas terganggunya pasokan air bersih akibat jebolnya saluran irigasi pascabencana.
Sejak hari pertama kejadian hingga masa pascabencana, BPBD Kota Padang menyalurkan air bersih secara berkelanjutan. Hingga akhir pekan ini, total distribusi telah melampaui 1 juta liter air bersih.
Air bersih tersebut disalurkan langsung ke permukiman warga menggunakan armada mobil tangki. Distribusi difokuskan pada daerah yang sumber air mandirinya rusak akibat terjangan banjir bandang.
Fokus Kecamatan Pauh dan Kuranji
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang Hendri Zulviton menyebutkan, suplai air bersih difokuskan di Kecamatan Pauh dan Kuranji. Kedua wilayah ini menjadi prioritas karena mayoritas warga tidak menggunakan layanan PDAM.
“Hampir satu minggu penuh kami fokuskan suplai air bersih di Kecamatan Pauh dan Kuranji. Rata-rata masyarakat di sana bergantung pada sumber air mandiri yang terdampak langsung banjir bandang,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, BPBD Kota Padang mendapat dukungan dari berbagai pihak. PDAM Kota Padang turut membantu penyediaan air bersih bagi warga terdampak.
Sejumlah instansi lain juga terlibat, antara lain Damkar Kota Padang, Satpol PP, PMI, TNI, Polri, Dinas PU, Dinas Sosial, serta BUMN dan BUMD. Dukungan juga datang dari pemerintah daerah sekitar, relawan, dan pihak swasta.
BPBD Kota Padang memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan. Penyaluran dihentikan setelah sumber air masyarakat kembali normal dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Padang dalam memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat pascabencana banjir bandang. (*/red)






