Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang memacu program beasiswa luar negeri untuk meningkatkan daya saing generasi muda. Upaya ini diperkuat melalui kerja sama pendidikan dengan Provinsi Guangdong, Tiongkok.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen itu saat menerima delegasi Guangdong di Rumah Gadang Baiturrahmah, Senin (19/1/2026) malam. Ia menyebut beasiswa luar negeri sebagai salah satu program unggulan daerah.
Fadly mengatakan, tradisi merantau dan menuntut ilmu hingga ke mancanegara sudah lama mengakar di Sumatera Barat. Karena itu, Pemko Padang ingin hadir memfasilitasi cita-cita tersebut secara terstruktur.
“Kami ingin generasi muda Padang memiliki daya saing global melalui akses pendidikan internasional,” kata Fadly. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam membuka jejaring luar negeri.
Skema Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa
Fadly mendorong universitas di Padang membuka program double degree dan pertukaran mahasiswa dengan kampus di Guangdong. Menurutnya, skema ini memberi pengalaman internasional tanpa harus meninggalkan basis studi di daerah.
“Salah satu program unggulan kami adalah beasiswa ke luar negeri. Kami ingin universitas di Padang memiliki program gelar ganda atau pertukaran mahasiswa, khususnya dengan universitas di Guangdong,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan, mahasiswa bisa menempuh sebagian masa studi di Padang dan sebagian di luar negeri. Model ini dinilai lebih adaptif dan terjangkau bagi mahasiswa daerah.
Beasiswa Penuh Empat Tahun di Luar Negeri
Selain gelar ganda, Pemko Padang juga menyiapkan skema beasiswa penuh. Program ini mencakup dukungan biaya studi selama empat tahun di luar negeri.
Skema lainnya adalah pertukaran mahasiswa dua arah. Mahasiswa asal Guangdong akan diberi kesempatan belajar di Padang untuk mendorong pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan.
Perkuat Citra Global Lewat Gastronomi
Pemko Padang tidak hanya fokus pada sektor pendidikan. Pemerintah kota juga memperkuat citra internasional melalui sektor kuliner.
Saat ini, Padang tengah mendaftar sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network kategori Gastronomi. Proses ini diharapkan meningkatkan visibilitas global kota.
“Padang sangat terkenal sebagai tujuan kuliner di Indonesia. Kami berharap penguatan pendidikan dan pengakuan internasional seperti dari UNESCO membuat posisi Padang semakin kuat,” kata Fadly.
Pertemuan ini dihadiri para pimpinan perguruan tinggi utama di Padang. Hadir Rektor Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Baiturrahmah, dan Universitas Putra Indonesia YPTK. Rektor Universitas Bung Hatta serta Direktur Politeknik Negeri Padang.
Dengan kolaborasi lintas negara ini, Pemko Padang menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Padang dalam peta pendidikan dan budaya global. (*/red)






