Pessel, Javanusa—Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menjadikan silat tradisi sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan dalam upaya memperkuat pendidikan karakter peserta didik sekaligus melestarikan budaya lokal Minangkabau.
Camat Airpura, Surmayenti didampingi Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Marfen Rosadi menyampaikan apresiasi atas langkah SMAN 1 Airpura tersebut.
Ia menilai, pengembangan ekstrakurikuler silat tradisi sejalan dengan upaya pembentukan karakter generasi muda berbasis kearifan lokal.
“Silat tradisi merupakan warisan budaya yang tidak hanya mengajarkan keterampilan fisik, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia. Warisan ini perlu dijaga dan dikembangkan bersama,” ujar Surmayenti.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah melalui kegiatan pendidikan non akademik yang positif, terarah, dan mendidik.
Surmayenti menegaskan, kehadiran ekstrakurikuler silat tradisi di tingkat sekolah menengah sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini, terutama dalam membangun karakter dan jati diri pelajar.
Ia menyebutkan pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi perlu diperkuat dengan aktivitas nyata yang menanamkan nilai etika, sportivitas, dan kebersamaan.
“Melalui silat tradisi, anak-anak diajarkan menghormati guru, menjaga sikap, serta menjunjung tinggi nilai budaya. Ini menjadi bekal penting bagi mereka dalam kehidupan bermasyarakat ke depan,” jelasnya.
Surmayenti juga berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Airpura, Zulkifli mengatakan ekstrakurikuler silat tradisi dirancang sebagai bagian dari program pengembangan diri siswa yang terintegrasi dengan visi dan misi sekolah.
Ia menjelaskan SMAN 1 Airpura tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen membentuk peserta didik yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki identitas yang kuat.
“Ekstrakurikuler silat tradisi kami jadikan sebagai wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap budaya lokal yang mulai jarang dikenal generasi muda,” kata Zulkifli.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan dibina oleh pelatih yang kompeten dan dilaksanakan secara terjadwal agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
Selain itu, pihak sekolah berharap program ini mampu melahirkan siswa-siswi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
“Ke depan, kami berencana mengembangkan ekstrakurikuler silat tradisi sebagai salah satu program unggulan sekolah yang dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan pendidikan dan kebudayaan,” ungkapnya.
Melalui dukungan pemerintah kecamatan serta komitmen sekolah, ekstrakurikuler silat tradisi di SMAN 1 Airpura diharapkan menjadi sarana efektif dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, berprestasi, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal. (niks)






