Jakarta, Javanusa—Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi tuntas dan mulai beroperasi pada 2031.
Target ini disampaikan dalam rapat percepatan pembangunan yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah di Jakarta, Selasa (3/2). Ruas tol ini menjadi bagian penting proyek strategis nasional di Sumatera Barat.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, menyebut jadwal dapat dipercepat jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Pemerintah saat ini fokus pada kesiapan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor.
Target Operasi Tol Sicincin–Bukittinggi Bisa Maju ke 2029
Rachman Arief menegaskan peluang percepatan operasional tetap terbuka. Namun, syaratnya dukungan teknis dan pembiayaan harus kuat sejak tahap awal proyek.
“Pengoperasian ruas ini dimungkinkan pada 2031. Ada peluang percepatan menjadi 2029 jika dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor berjalan optimal,” ujar Rachman dalam rapat di Kementerian PU, Rabu (3/2/2026).
Menurutnya, jadwal pembangunan sangat bergantung pada hasil studi teknis dan kesiapan lahan. Karena itu, sinkronisasi pusat dan daerah menjadi kunci.
Nilai Investasi Tol Capai Rp25,23 Triliun
Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi pembangunan Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi mencapai Rp25,23 triliun. Pelaksanaan proyek dilakukan oleh PT Hutama Karya melalui skema penugasan.
Rapat juga membahas progres survei topografi dan geoteknik. Tim teknis tengah menyusun rekomendasi sebagai dasar perencanaan detail trase dan konstruksi.
Beberapa tahapan yang dibahas dalam rapat lanjutan meliputi:
-
- survei topografi jalur tol
- survei geoteknik tanah dan struktur
- penyusunan rekomendasi teknis trase
- sinkronisasi lintas kementerian dan daerah
Tahapan ini menjadi fondasi sebelum masuk ke fase konstruksi utama. Pemerintah menargetkan proses perencanaan selesai sesuai timeline.
Tol Jadi Solusi Jalur Rawan Banjir dan Longsor
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan tol tersebut. Pemprov Sumbar menilai ruas ini sangat dibutuhkan untuk konektivitas wilayah.
Menurut Mahyeldi, jalur Padang–Bukittinggi saat ini kerap terdampak banjir dan longsor. Kehadiran tol baru diharapkan menjadi alternatif yang lebih aman dan andal.
“Infrastruktur ini penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap membantu sesuai kewenangan. Dukungan mencakup koordinasi lintas sektor dan fasilitasi kebutuhan proses pembangunan.
Rapat percepatan tol ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan. Di antaranya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, jajaran Kementerian Kehutanan, PT Hutama Karya, serta perwakilan organisasi konstruksi bawah tanah. (*/adpsb)






