Pariaman, Javanusa—Irigasi Anai II Kota Pariaman akhirnya kembali berfungsi setelah lama tidak mengaliri sawah petani.
Jaringan irigasi di Kecamatan Pariaman Selatan kini mulai dialiri air. Pemerintah Kota Pariaman memastikan distribusi air dilakukan bertahap ke lahan pertanian warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kota Pariaman, Riko Jamal, mengatakan aliran air sudah mulai masuk ke jaringan Irigasi Anai II. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi petani yang selama ini menunggu kepastian pasokan air.
“Alhamdulillah, awal tahun 2026 jaringan Irigasi Anai II secara umum sudah berfungsi dan sudah dialiri air,” kata Riko Jamal, Jumat (6/2/2026).
Menurut dia, pengaktifan kembali irigasi ini merupakan hasil koordinasi dan komunikasi intensif Pemko Pariaman dengan pemerintah pusat.
Riko menjelaskan, Pemko Pariaman sebelumnya melakukan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan anggota DPR RI Komisi V. Langkah itu untuk mendorong percepatan penanganan jaringan irigasi yang lama tidak optimal.
Ia menyebut jaringan Irigasi Anai II dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Kementerian PU. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, fungsinya belum berjalan maksimal.
“Berkat dukungan pemerintah pusat dan DPR RI, perbaikan dan pengoperasian jaringan kini bisa diwujudkan,” ujarnya.
Pembersihan dan Optimalisasi Pintu Air
Meski sudah mengalir, sejumlah titik jaringan irigasi masih dalam tahap pembersihan. Petugas membersihkan rumput liar dan sedimen yang menghambat saluran air.
Selain itu, pengoperasian pintu air juga terus dioptimalkan agar distribusi air merata ke seluruh area sawah. Pemerintah daerah menargetkan suplai air stabil selama musim tanam berlangsung.
Pemko Pariaman menilai berfungsinya Irigasi Anai II berdampak langsung pada produktivitas pertanian. Pasokan air yang stabil membantu petani mengatur pola tanam dan meningkatkan hasil panen.
“Manfaatnya sangat dirasakan petani, mulai dari kelancaran aliran air hingga potensi peningkatan produksi padi dan ketahanan pangan daerah,” kata Riko.
Ia menambahkan, pada 2026 sawah di kawasan layanan irigasi ditargetkan sudah bisa dialiri air secara lebih merata.
Riko menyebut Irigasi Anai II tidak hanya berfungsi untuk pengairan sawah. Infrastruktur ini juga mendukung konservasi lingkungan dan membantu pengendalian banjir musiman di kawasan hilir Kota Pariaman.
Pemko Pariaman akan terus berkoordinasi dengan BWS Sumatera V untuk pengawasan dan pemeliharaan jaringan. Sinergi pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar infrastruktur memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dukungan lintas pihak sangat penting supaya pembangunan benar-benar dirasakan petani,” ujarnya. (*/red)






