Pasbar, Javanusa—Ratusan pelajar dari berbagai jenjang mengikuti ajang Third My Rubel Competition di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat yang diselenggarakan oleh Bimbingan Belajar (Bimbel) My Rubel di Aula Kantor Bupati, Sabtu (7/2).
Peserta berasal dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK hingga guru se-Kabupaten Pasbar. Total ada 21 cabang lomba yang dipertandingkan.
Bupati Pasbar, Yulianto, mengatakan kompetisi pelajar menjadi instrumen penting dalam pembangunan sumber daya manusia daerah. Menurut dia, ruang kompetisi mendorong anak didik mengasah kemampuan sejak dini.
“Inilah calon generasi emas Kabupaten Pasbar yang akan kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Yulianto saat membuka kegiatan.
Ia menegaskan, ajang lomba tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter. Nilai disiplin, kerja keras, dan sportivitas dinilai tumbuh melalui proses kompetisi.
Pengembangan Potensi Pelajar
Yulianto memastikan Pemkab Pasbar mendukung kegiatan pendidikan berbasis kompetisi. Dukungan diberikan melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas belajar.
“Kegiatan ini bukan sekadar unjuk bakat. Ini juga melatih kepercayaan diri dan mental pantang menyerah peserta,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi pelajar untuk berkembang di bidang akademik, seni, literasi, dan keterampilan. Kolaborasi dengan lembaga bimbingan belajar dinilai memperkuat ekosistem pendidikan lokal.
Pemilik Bimbel My Rubel, Lina Syariyenti, S.Pd., menjelaskan lembaganya berdiri sejak 2016 di Pasbar. My Rubel mengusung konsep bimbingan belajar rumahan dengan pendekatan personal.
Program yang tersedia mencakup jenjang TK/RA hingga SMA/MA. Selain itu, tersedia kelas persiapan olimpiade, Basic English, dan bimbingan masuk sekolah unggulan serta perguruan tinggi.
Saat ini My Rubel didukung 15 tenaga pengajar profesional. Jumlah siswa aktif tercatat sekitar 160 orang.
Agenda Tahunan dan 21 Cabang Lomba
Lina menyebut My Rubel Competition menjadi agenda tahunan lembaganya. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan ketiga dengan cakupan lomba yang lebih luas.
Cabang lomba meliputi olimpiade bidang studi, literasi puisi, story telling, serta lomba khusus guru. Materi lomba disusun untuk mengukur kemampuan akademik dan keterampilan komunikasi peserta.
“Kompetisi ini menjadi ajang pembuktian diri sekaligus ruang menyalurkan bakat dan minat. Kami siap terus menjadi mitra Pemkab Pasbar dalam memajukan pendidikan,” kata Lina. (*/red)






