Padang, Javanusa—Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Padang, Raju Minropa menegaskan Musrenbang bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan proses kurasi ketat atas kebutuhan riil masyarakat.
Raju menjelaskan, setiap usulan masyarakat disaring berdasarkan skala prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).
“Pemko Padang fokus pada usulan yang mendukung visi kota pintar, sehat, maju, dan sejahtera. Sinkronisasi kebutuhan masyarakat dengan prioritas provinsi hingga nasional sangat krusial agar pembangunan tepat sasaran,” ujar Raju saat membuka Musrenbang Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Selasa (10/2/2026).
Pemko Padang menekankan Musrenbang kecamatan merupakan instrumen strategis untuk memastikan setiap aspirasi masyarakat selaras dengan target makro daerah dan nasional.
Plt. Camat Bungus Teluk Kabung, Zulfahmi menyoroti pentingnya pengembangan fasilitas publik di wilayahnya. Salah satu usulan utama adalah pembangunan gedung serbaguna baru.
Langkah ini didasari meningkatnya partisipasi masyarakat yang tidak lagi tertampung oleh kapasitas sarana dan prasarana saat ini.
Selain infrastruktur, Musrenbang 2027 juga mengintegrasikan program penguatan sosial dan keagamaan. Salah satu agenda terdekat adalah pelaksanaan Pesantren Ramadan serentak di seluruh masjid dan mushala.
Kegiatan ini melibatkan peran aktif RT/RW, Majelis Taklim, hingga tokoh adat untuk menjamin partisipasi masyarakat secara luas.
Melalui integrasi program fisik dan non-fisik, Musrenbang diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat secara merata.
Langkah ini sekaligus memperkuat prinsip pembangunan inklusif, di mana setiap kelompok masyarakat mendapat perhatian sesuai kebutuhan nyata di lapangan. (*/red)






