Padang Pariaman, Javanusa—Sebanyak 238 kepala keluarga terdampak bencana di Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman, menerima bantuan kebutuhan pokok dari jaringan relawan Sahabat Peduli Sumbar, Minggu (8/2/2026). Bantuan disalurkan di Kantor Wali Nagari Anduriang dan menjangkau tujuh korong yang terdampak.
Tujuh korong tersebut meliputi Korong Asam Pulau, Kampung Tangah, Rimbo Kalam, Balah Aie, Sipisang Sipinang, Lubuak Napa, dan Lubuak Auw.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako serta perlengkapan ibadah seperti sarung, mukena, dan Al-Qur’an.
Penyaluran bantuan diserahkan langsung tokoh nasional asal Minangkabau Darmawel Aswar yang menjabat Direktur Eksekusi Kejaksaan Agung, bersama istrinya Syahmi Darmawel sebagai donatur. Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Kejari Pariaman, Dinas Sosial Padang Pariaman, Bulog Sumbar, Kodaeral 2 Padang, unsur kecamatan, serta pemerintah nagari setempat.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Padang Pariaman, Siska Primadona, menyebut bantuan tersebut membantu meringankan beban warga yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur di luar pemerintah mempercepat jangkauan bantuan ke masyarakat.
Ia mengatakan penanganan dan pemulihan di Nagari Anduriang masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah, terutama bagi warga yang mengalami gangguan mata pencaharian akibat bencana.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berjuang bangkit setelah bencana, apalagi sebagian warga terdampak kehilangan atau terganggu sumber penghasilannya,” ujar Siska.
Selain menyerahkan bantuan, rombongan juga meninjau jembatan darurat yang dibangun melalui kolaborasi masyarakat, relawan Aspila, dan unsur Kodaeral 2 Padang. Jembatan tersebut kini menjadi jalur utama sementara bagi mobilitas warga setelah akses sebelumnya terputus akibat bencana.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menilai pola kolaborasi antara komunitas sosial, relawan, dan lembaga pemerintah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan proses pemulihan di wilayah terdampak. (*/red)






