Gubernur Mahyeldi: Jaga Lingkungan Berarti Menjaga Peradaban dan Amanah Generasi

Penulis -

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat Seminar Nasional Tata Kelola Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Nagari di Hotel Santika Padang, Kamis (12/2/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat Seminar Nasional Tata Kelola Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Nagari di Hotel Santika Padang, Kamis (12/2/2026). (Foto: ADPSB)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, menekankan menjaga lingkungan bukan hanya soal ekologi, tetapi tanggung jawab moral, adat, dan keimanan.

Pernyataan ini disampaikan saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Tata Kelola Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Nagari bertema “Batulak ka Rimbo, Balinduang ka Adat” di Hotel Santika Padang, Kamis (12/2/2026).

Menurut Mahyeldi, konsep menjaga alam telah lama hidup dalam falsafah Minangkabau dan ajaran agama. Islam menegaskan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah.

“Gambaran surga dalam ajaran agama adalah lingkungan yang bersih, air yang jernih, kehidupan yang aman dan nyaman. Orang yang menjaga lingkungan menghadirkan ‘surga’ di dunia dan insyaallah memperoleh surga di akhirat,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi menekankan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai fondasi dalam pengelolaan sumber daya alam. Nilai ini diperkuat UU Nomor 17 Tahun 2022, yang mengakui kekhasan dan kearifan lokal Sumbar.

Terkait Balinduang ka Adat, Mahyeldi menjelaskan adat bersumber dari syarak. “Syarak mengatur, adat menjalankan. Nilai itulah pedoman menjaga keseimbangan manusia dan alam,” ujarnya.

Gubernur menekankan Indonesia sebagai bangsa majemuk. Kebijakan pengelolaan lingkungan tidak bisa seragam tanpa menyesuaikan karakter sosial dan budaya setempat.

“Kalau semua dipaksa sama, di situlah awal persoalan. Pendekatan berbasis nagari justru menjadi kekuatan menjaga kelestarian alam,” tegas Mahyeldi.

Ia mengapresiasi WWF Indonesia yang menginisiasi seminar sebagai ruang dialog lintas perspektif, dari pemerintah, akademisi, tokoh adat, hingga masyarakat.

“Jangan berhenti pada diskusi dan dokumen. Kita butuh langkah nyata yang bisa dirasakan masyarakat dan menjaga keberlanjutan hutan, sungai, serta lanskap Sumbar,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen memperkuat sinergi dengan masyarakat nagari, pemangku adat, akademisi, dan mitra pembangunan. Fokusnya pada pengelolaan kawasan hutan, daerah aliran sungai, dan wilayah lindung secara berkelanjutan.

Baca Juga :  GOR H Agus Salim Direnovasi Besar-besaran, Semen Padang FC Bermarkas Sementara di Jakarta

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab lintas generasi. Keputusan hari ini menentukan kualitas hidup anak cucu kita,” tutup Mahyeldi.

Chief Conservation Officer WWF Indonesia, Dewi Lestari Yani Riski, menyebut hutan nagari bukan sekadar ruang ekologis, tapi juga sosial, budaya, dan ekonomi. Ia menekankan pentingnya menjembatani sistem adat dengan kebijakan kehutanan modern agar pengelolaan lingkungan lebih adil, efektif, dan berkelanjutan.

Seminar ini menghadirkan akademisi, tokoh adat, perwakilan nagari, dan berbagai pemangku kepentingan yang berkomitmen memperkuat tata kelola lingkungan berbasis kearifan lokal di Sumbar. (*/red)

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:29 WIB

SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  

Berita Terbaru