Bekasi, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) secara nasional, Senin (16/2/2026).
Kick off kegiatan dipusatkan di Masjid Jami’ Al-Azhar Jakapermai, Bekasi. Seluruh Kantor Wilayah, Kankemenag kabupaten/kota, dan KUA kecamatan ikut berpartisipasi secara luring dan daring.
Program ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Ramadan. Selain pembersihan area ibadah, panitia juga menggelar penanaman pohon di lingkungan masjid.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan program ini berbasis data nasional. Berdasarkan Sistem Informasi Masjid Kemenag, terdapat 315.124 masjid dan 388.713 musala tersebar di Indonesia. Data tersebut menjadi acuan pembinaan dan penguatan tata kelola rumah ibadah.
Menurut Arsad, jumlah masjid yang besar harus diimbangi pengelolaan profesional. Karena itu, kebersihan, sanitasi, dan kenyamanan menjadi fokus utama gerakan.
Kemenag: Masjid Pusat Ibadah dan Peradaban
Arsad menegaskan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual. Masjid juga berperan sebagai pusat pendidikan umat, layanan sosial, dan penguatan nilai kebangsaan. Ia menyebut kualitas kebersihan mencerminkan disiplin dan kepedulian jamaah.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tetapi pusat peradaban. Kebersihan dan kerapian masjid mencerminkan nilai keimanan dan kecintaan pada rumah Allah,” ujar Arsad saat membacakan sambutan Menteri Agama.
Ia menambahkan, gerakan ini dirancang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan simbolik menjelang Ramadan. Pengurus masjid didorong menerapkan manajemen berbasis data dan standar perawatan fasilitas.
Kemenag menggandeng berbagai unsur dalam pelaksanaan program. Di antaranya Dewan Masjid Indonesia, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia, serta pembinaan mental keagamaan dari unsur TNI darat, laut, dan udara. Kolaborasi ini memperluas jangkauan gerakan hingga ke daerah.
Menurut Arsad, sinergi lintas lembaga memperkuat perawatan masjid sebagai tanggung jawab bersama. Partisipasi komunitas lokal juga dinilai penting agar program tidak berhenti di tingkat seremoni.
Penanaman Pohon di Area Masjid
Selain bersih-bersih, panitia melakukan penanaman pohon di sekitar masjid. Langkah ini bertujuan memperbaiki kualitas lingkungan dan menambah kenyamanan jamaah. Area hijau dinilai mendukung aktivitas ibadah selama Ramadan seperti tarawih, tadarus, dan iktikaf.
Program lingkungan ini sekaligus mengedukasi pengurus masjid tentang pentingnya ruang terbuka. Perawatan halaman dan sanitasi menjadi bagian dari standar layanan jamaah.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dudu Rahman, menyatakan jajaran daerah siap mengawal program tersebut. Di Jawa Barat, kegiatan melibatkan kantor kabupaten/kota hingga KUA kecamatan. Pendampingan takmir dilakukan pada aspek sanitasi dan manajemen fasilitas.
“Gerakan ini tidak berhenti hari ini. Kami dorong pendampingan berkelanjutan kepada pengurus masjid agar pengelolaan semakin tertib,” kata Dudu.
Ia menilai optimalisasi Sistem Informasi Masjid penting untuk memastikan pembinaan tepat sasaran. Dengan data yang akurat, kualitas layanan rumah ibadah bisa terus ditingkatkan. (*/red)






