Pasbar, Javanusa—Polres Pasaman Barat (Pasbar) resmi meluncurkan program kerohanian Polisi Mengaji: One Day One Khatam Al-Qur’an untuk mengisi Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Program ini mendorong personel membaca Al-Qur’an secara terstruktur setiap hari. Targetnya, satu khataman tercapai per hari selama Ramadan.
Kegiatan peluncuran digelar di Masjid Agung Baitul Ilmi, Rabu (18/2). Acara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda serta jajaran pemerintah daerah. Sejumlah pejabat utama kepolisian dan OPD ikut dalam pembukaan program.
Program ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Arahan tersebut menekankan peningkatan kedekatan personel dengan Al-Qur’an. Nilai moral dan etika diharapkan semakin kuat dalam pelaksanaan tugas.
Kepolisian menilai pendekatan spiritual penting untuk menjaga profesionalitas anggota. Selain itu, pembinaan rohani dinilai relevan dengan tantangan kamtibmas yang semakin kompleks. Karena itu, program dibuat terukur dan berbasis target harian.
Sekretaris Daerah Doddy San Ismail menyebut inisiatif itu sejalan dengan visi daerah religius dan berkarakter. Ia menilai pembinaan mental aparatur berdampak langsung pada mutu layanan publik.
“Pendekatan spiritual menjadi bagian penting dalam pembinaan mental aparatur. Integritas yang kuat akan mendorong pelayanan yang profesional dan humanis,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi pemda dan kepolisian perlu diperkuat melalui program konkret. Ramadan dinilai menjadi momentum strategis membangun budaya kerja yang beretika. Dengan begitu, stabilitas sosial daerah ikut terjaga.
Kapolres Pasbar AKBP Agung Tribawanto menjelaskan program dijalankan dengan pembagian juz kepada setiap personel dan satuan fungsi. Setiap anggota mendapat bagian bacaan harian. Rekapitulasi dilakukan untuk memastikan target khataman tercapai.
“Ini bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi sarana memperkuat mental dan integritas personel dalam menjaga kamtibmas,” kata Agung.
Ia menambahkan, kegiatan dilakukan konsisten sepanjang Ramadan. Pengawasan melekat diterapkan di tiap unit.
Program One Day One Khatam diharapkan membentuk lingkungan kerja yang religius dan harmonis. Selain itu, kegiatan ini mempererat sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah. Kolaborasi lintas lembaga dinilai penting untuk mendukung keamanan wilayah.
Acara peluncuran ditutup dengan doa bersama dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Prosesi tersebut menandai dimulainya program Polisi Mengaji tahun ini. Kepolisian menargetkan program berlanjut sebagai agenda rutin pembinaan personel. (*/red)






