Takbiran di Bali Tetap Digelar, Tanpa Sound System dan Dibatasi hingga Pukul 21.00

Penulis -

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar memberikan keterangan kepada awak media di Istana Negara. (Foto: Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar memberikan keterangan kepada awak media di Istana Negara. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah memastikan malam takbiran Idulfitri di Bali tetap dapat dilaksanakan meski tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026.

Pelaksanaannya dilakukan dengan sejumlah penyesuaian agar kedua perayaan keagamaan dapat berlangsung bersamaan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal tersebut usai bertemu Presiden di Istana Negara, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi karena malam takbiran Idulfitri berpotensi beririsan dengan pelaksanaan Nyepi.

Menurut Menag, pada Hari Raya Nyepi masyarakat di Bali menjalankan Catur Brata Penyepian yang membatasi aktivitas, termasuk penggunaan kendaraan dan suara keras.

Kementerian Agama, kata dia, telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di Bali untuk mencari mekanisme pelaksanaan yang memungkinkan kedua perayaan tetap berlangsung.

Hasil koordinasi tersebut menyepakati bahwa kegiatan takbiran tetap dapat dilakukan dengan sejumlah pembatasan.

Pelaksanaan takbiran di Bali tidak menggunakan pengeras suara besar dan dibatasi waktunya mulai pukul 18.00 hingga 21.00 waktu setempat.

Pemerintah berharap pengaturan tersebut dapat menjaga ketertiban serta memberikan ruang bagi umat Islam menjalankan tradisi takbiran tanpa mengganggu pelaksanaan Nyepi.

Selain itu, Menag juga menyinggung kemungkinan perbedaan waktu penetapan Idulfitri di Indonesia. Ia menyebutkan hal tersebut merupakan dinamika yang kerap terjadi dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Pemerintah akan tetap menggunakan mekanisme sidang isbat sebagai prosedur resmi untuk menetapkan awal Syawal. Masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idulfitri. (*/red)

Baca Juga :  Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Pj Wako Padang: Terima kasih Pak Suharyono, Selamat Datang Pak Gatot Tri Suryanta

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Muhammad Fakhri Ramadan Raih Emas Lompat Tinggi Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Debut Manis, Alfarel Radhiya Bawa Emas MMA Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Berita Terbaru