Mensos dan Ketua Satgas PRR Tinjau Huntara Pengungsi di Pidie Jaya, Target Relokasi Sebelum Idulfitri

Penulis -

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensos Saifullah Yusuf bersama Ketua Satgas PRR Bencana Sumatra Tito Karnavian meninjau huntara bagi pengungsi di Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3/2026). (Foto: Kemensos)

Mensos Saifullah Yusuf bersama Ketua Satgas PRR Bencana Sumatra Tito Karnavian meninjau huntara bagi pengungsi di Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3/2026). (Foto: Kemensos)

Pidie Jaya, Javanusa—Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bersama Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Bencana Sumatra Tito Karnavian meninjau hunian sementara (huntara) bagi pengungsi di Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tempat tinggal sementara pengungsi serta distribusi bantuan pemerintah berjalan sesuai rencana.

Turut mendampingi dalam peninjauan itu Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.

Dalam kunjungan tersebut, Tito Karnavian menyampaikan jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda darurat terus berkurang. Pada pekan sebelumnya tercatat sekitar 11 ribu orang, dan saat ini tersisa sekitar 6 ribu pengungsi.

Pemerintah menargetkan seluruh pengungsi dapat dipindahkan ke hunian sementara sebelum Idulfitri.

“Target kami bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana adalah seluruh pengungsi sudah berada di huntara. Untuk kebutuhan makan, sepuluh hari ke depan ditanggung BNPB, setelah itu menggunakan dana jaminan hidup dari Kementerian Sosial Republik Indonesia,” kata Tito.

Tinjau fasilitas huntara

Rombongan meninjau sejumlah fasilitas huntara yang dibangun oleh BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum. Fasilitas yang diperiksa antara lain unit hunian, dapur umum, serta sarana sanitasi seperti toilet.

Menteri Sosial juga berdialog dengan warga yang menempati huntara untuk mengetahui kondisi tempat tinggal sementara serta kebutuhan yang masih diperlukan.

Saifullah Yusuf menjelaskan penanganan bencana dilakukan dalam dua tahap, yaitu masa kedaruratan dan masa pascakedaruratan.

Pada masa kedaruratan, pemerintah memprioritaskan penyelamatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Setelah itu, pemerintah menyiapkan hunian sementara sebelum warga dipindahkan ke hunian tetap.

Ia menyebut penanganan bencana berskala besar melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta badan usaha milik negara sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Banjir Terjang Pasar Lalang Kuranji, Dua Rumah Hanyut dan Satu Keluarga Terjebak
Bantuan untuk keluarga terdampak

Selain penyediaan tempat tinggal sementara, pemerintah juga menyalurkan sejumlah bantuan bagi keluarga terdampak.

Setiap keluarga yang menempati huntara maupun hunian tetap menerima bantuan perlengkapan rumah tangga dengan indeks Rp3 juta per keluarga. Pemerintah juga memberikan bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga untuk membantu memulai kembali aktivitas ekonomi.

Selama tinggal di huntara, warga menerima bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang setiap bulan selama tiga bulan.

Mensos menekankan pentingnya keakuratan data penerima bantuan dalam proses penanganan bencana.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran utama dalam proses pendataan karena lebih memahami kondisi wilayah dan warganya. Data tersebut kemudian diverifikasi bersama BNPB dan diawasi aparat penegak hukum untuk memastikan akuntabilitas penyaluran bantuan. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru