Jakarta, Kemenag—Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar peringatan Nuzulul Quran dijadikan momentum memperkuat persatuan dan menata ulang tata kelola pemerintahan, termasuk pemberantasan korupsi.
Pernyataan itu disampaikannya dalam sambutan pada acara peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan di Istana Negara, Selasa (10/3/2026).
Acara dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, jajaran Kabinet Merah Putih, tokoh agama, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta 30 anak yatim dari panti asuhan.
Presiden menekankan peringatan turunnya Al-Qur’an menjadi kesempatan bagi umat untuk memperdalam pemahaman ajaran Al-Qur’an.
“Peringatan Nuzulul Quran kali ini adalah kesempatan untuk memahami dan meresapi ajaran dalam Al-Quran,” kata Prabowo.
Persatuan dan Kedamaian
Prabowo menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Ia menekankan perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber konflik.
Presiden juga mengingatkan kondisi global yang penuh ketidakpastian menuntut bangsa Indonesia memperkuat kerukunan sosial dan semangat kebersamaan.
“Kita perlu menggalang persatuan dan kerukunan untuk menghadapi keadaan yang penuh ketidakpastian. Dengan tekad dan komitmen yang jelas, kita akan mencapai cita-cita bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menjaga perdamaian dan kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya dengan doa, tetapi membutuhkan kerja nyata.
“Menjaga perdamaian tidak hanya dengan berdoa, tetapi juga melalui ikhtiar dan kerja keras untuk kesejahteraan dan keadilan,” jelasnya.
Pemberantasan Korupsi
Presiden juga menyoroti pentingnya integritas dalam pemerintahan. Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan syarat utama kemajuan negara.
“Kita harus menghilangkan korupsi dan praktik yang dilarang agama. Tidak ada negara yang berhasil jika pemerintahnya tidak bersih dari korupsi,” kata Prabowo.
Acara ditutup dengan apresiasi Presiden kepada ulama dan tokoh masyarakat yang memberikan pandangan moral dan nasihat kepada pemerintah.
“Terima kasih kepada para ulama dan pemimpin masyarakat yang terus memberi pencerahan. Mari kita bersatu dan bekerja keras untuk keselamatan rakyat,” tutupnya. (*/red)






