Wonosobo, Javanusa—Kementerian Pertanian mengembangkan kawasan kelapa seluas 300 hektare di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Program ini melibatkan 61 gabungan kelompok tani (gapoktan) dan diarahkan untuk memperkuat produksi sekaligus pengolahan hasil kelapa di tingkat pekebun.
Pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari percepatan kegiatan Rencana Pengembangan Agribisnis Tanaman Tahunan (RPATA) Kelapa 2025. Salah satu lokasi pelaksanaannya berada di Kelompok Tani Kalpataru, Kecamatan Wadaslintang.
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Iim Mucharam, meninjau langsung kegiatan usaha kelompok tani tersebut. Di lokasi itu, pekebun mengolah nira kelapa menjadi gula kelapa cetak sebagai produk turunan komoditas kelapa.
Menurut Iim, pengembangan komoditas kelapa tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi di kebun, tetapi juga pada pengolahan hasil agar memberikan nilai tambah bagi pekebun.
“Pengembangan kelapa tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi di kebun, tetapi juga harus didorong hingga pengolahan hasil agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pekebun,” kata Iim saat peninjauan pada Jumat (6/3/2026).
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menyebut pengembangan kawasan berbasis kelompok tani menjadi strategi untuk memperkuat rantai nilai komoditas kelapa.
Pendekatan ini mencakup penguatan kelembagaan pekebun, peningkatan produktivitas kebun, serta pengembangan usaha hilir seperti pengolahan nira menjadi gula kelapa.
Ia menambahkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis perkebunan.
Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah terus memperkuat subsektor perkebunan agar mampu mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun serta menggerakkan ekonomi pedesaan. (*/red)






