Pessel, Javanusa—Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Risnaldi Ibrahim meninjau langsung kawasan wisata Pulau Semangki Gadang dan Pulau Semangki Ketek Minggu (15/3/2026).
Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung potensi pariwisata sekaligus meninjau kondisi fasilitas wisata yang telah dibangun pemerintah di kawasan pulau tersebut.
Dalam kegiatan itu, Risnaldi didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Ronald Bernando, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Andi Syafinal, serta Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup, Roli Buchari. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Perhubungan.
Setibanya di lokasi, rombongan langsung meninjau sejumlah fasilitas wisata yang sebelumnya dibangun pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Risnaldi menjelaskan kawasan wisata Pulau Semangki pernah mendapatkan alokasi anggaran pembangunan yang cukup besar dari pemerintah pusat.
“Pembangunan kawasan pariwisata ini dilakukan pada tahun 2022 melalui dana DAK dengan nilai sekitar Rp4,7 miliar,” katanya.
Ia menjelaskan anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti gazebo, jalan akses, musholla, toilet, hingga kios kuliner bagi pengunjung.
Namun demikian, Risnaldi menilai kondisi fasilitas yang ada saat ini tidak lagi terawat dengan baik sehingga sebagian besar mengalami kerusakan.
Ia mengatakan sejumlah bangunan yang sebelumnya dibangun dengan anggaran besar tersebut kini tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun wisatawan.
Menurutnya, kurangnya pengelolaan setelah pembangunan selesai menjadi salah satu penyebab fasilitas tersebut mengalami kerusakan.
Karena itu, ia berharap ke depan pola pembangunan kawasan wisata tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga diikuti dengan pengelolaan yang berkelanjutan.
“Setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah,” jelasnya.
Meskipun demikian, ia mengakui potensi wisata Pulau Semangki sangat besar dan memiliki daya tarik alam yang luar biasa.
Ia menilai keindahan pantai, pasir putih, serta kondisi lingkungan yang masih bersih menjadi modal utama dalam pengembangan kawasan wisata tersebut.
Selain itu, Pulau Semangki juga memiliki sejumlah spot menarik bagi wisatawan, termasuk lokasi memancing yang cukup potensial.
Menurut Risnaldi, fasilitas dasar sebenarnya sudah tersedia di kawasan tersebut, sehingga yang diperlukan saat ini adalah pengelolaan dan promosi yang lebih maksimal.
Ia menyebutkan pemerintah daerah perlu melakukan langkah strategis dalam mempromosikan serta mengemas potensi wisata Pulau Semangki agar lebih menarik bagi wisatawan.
Dengan pengelolaan yang baik, ia optimistis kawasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Selain memiliki panorama alam yang indah, lokasi Pulau Semangki juga dinilai sangat strategis karena jaraknya relatif dekat dari daratan utama,” ungkapnya.
Risnaldi menjelaskan bahwa perjalanan dari Pelabuhan Penasahan menuju Pulau Semangki hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit menggunakan transportasi laut.
Ia berharap potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal melalui pengelolaan yang lebih profesional sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (naurah)






