Mendag Budi Santoso Tinjau Pasar Rawasari, Pemerintah Jamin Harga dan Stok Bapok Hingga Lebaran

Penulis -

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau harga dan stok bapok di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Senin (16/3). (Foto: Kemendag)

Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau harga dan stok bapok di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Senin (16/3). (Foto: Kemendag)

Jakarta, Javanusa—Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) relatif stabil menjelang Lebaran. Pemerintah menyatakan akan terus memantau harga dan pasokan di pasar rakyat hingga setelah hari raya.

Pernyataan tersebut disampaikan usai peninjauan harga dan stok bapok di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Senin (16/3).

Kunjungan tersebut turut didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan.

Menurut Budi Santoso, pemantauan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tidak mengalami lonjakan menjelang Lebaran.

“Hasil pengecekan menunjukkan banyak komoditas yang harganya masih stabil. Pemerintah akan terus memantau harga hingga setelah Lebaran agar pasokan dan stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.

Harga Sejumlah Komoditas Terpantau Stabil

Berdasarkan pantauan di Pasar Rawasari, beberapa komoditas dijual sesuai atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan (HA). Di antaranya beras medium Rp13.500 per kilogram, MINYAKITA Rp15.700 per liter, daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih honan Rp38.000 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp50.000 per kilogram.

Komoditas lain yang juga terpantau stabil antara lain tepung terigu Rp12.000 per kilogram, minyak goreng merek kedua Rp19.000 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp22.000 per liter, serta cabai merah besar Rp80.000 per kilogram.

Namun, beberapa komoditas masih tercatat berada di atas harga acuan atau HET, seperti beras premium Rp16.000 per kilogram, gula pasir Rp18.000 per kilogram, telur ayam ras Rp32.000 per kilogram, daging sapi Rp150.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp120.000 per kilogram.

Alternatif Minyak Goreng di Pasar

Budi Santoso mengatakan, selain MINYAKITA, pasar rakyat juga menyediakan minyak goreng dari berbagai merek dengan harga yang relatif terjangkau. Produk tersebut disebut sebagai minyak goreng pendamping yang memberikan pilihan lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kementerian ESDM Amankan 50 Ribu Ton Batubara Tak Bertuan di Kutai Kartanegara

“Minyak merek lain ini menjadi alternatif agar masyarakat memiliki pilihan selain MINYAKITA dengan harga yang tetap terjangkau,” katanya.

Pemantauan Harga di 550 Pasar

Kementerian Perdagangan juga melakukan pemantauan harga secara rutin melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem ini memantau perkembangan harga di 550 titik pasar rakyat yang tersebar di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memonitor pergerakan harga secara harian dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, kementerian/lembaga terkait, serta distributor apabila terjadi kenaikan harga.

“Pemantauan dilakukan setiap hari melalui SP2KP. Jika ada kenaikan harga di daerah tertentu, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait,” ujar Budi.

Pedagang Sebut Kenaikan Harga Bertahap

Pedagang telur di Pasar Rawasari, Hendra Kurniawan, mengatakan harga telur saat ini berkisar Rp32.000 per kilogram, sedangkan telur omega sekitar Rp35.000 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga menjelang Lebaran terjadi secara bertahap.

“Kenaikannya sekitar Rp1.000. Kadang harga turun lagi, jadi tidak naik terus,” kata Hendra.

Sementara itu, pedagang cabai dan bawang, Samsul Bahari, menyebut harga cabai merah mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, pasokan cabai di pasar masih tersedia.

Ia menambahkan harga bawang merah dan bawang putih masih relatif stabil.

“Cabai memang naik, tetapi stoknya banyak. Sementara bawang merah dan bawang putih harganya masih normal,” ujar Samsul. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru