Hilirisasi Rp239 Triliun dan Energi Domestik Digenjot, Pemerintah Perkuat Kemandirian Ekonomi

Penulis -

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah mempercepat hilirisasi dan ketahanan energi sebagai strategi kemandirian ekonomi. (Foto: Kementerian ESDM)

Pemerintah mempercepat hilirisasi dan ketahanan energi sebagai strategi kemandirian ekonomi. (Foto: Kementerian ESDM)

Bogor, Javanusa—Pemerintah menegaskan percepatan hilirisasi dan ketahanan energi sebagai strategi kemandirian ekonomi. Langkah ini terus diperkuat melalui kebijakan terintegrasi lintas sektor.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Rabu (25/3), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memaparkan strategi tersebut.

Ia menjelaskan optimalisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Pemerintah juga berupaya menekan ketergantungan terhadap impor energi nasional.

Bahlil melaporkan 20 proyek hilirisasi tahap pertama terus berjalan secara bertahap. Sebagian proyek telah memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking.

Sementara itu, proyek lainnya dijadwalkan mulai pada bulan depan. Pemerintah menyiapkan tambahan 13 proyek hilirisasi baru. Total investasi proyek tambahan tersebut mencapai sekitar Rp239 triliun. Selanjutnya, pemerintah akan membahas finalisasi proyek tersebut dalam waktu dekat.

Fokus Energi Domestik

Selain hilirisasi, pemerintah juga mengoptimalkan potensi energi domestik secara menyeluruh. Fokus utama diarahkan pada pengembangan etanol dan biodiesel berbasis Crude Palm Oil.

Dengan demikian, ketergantungan terhadap impor energi diharapkan dapat ditekan. Kebijakan ini juga mendukung program swasembada energi nasional.

Presiden Prabowo meminta optimalisasi seluruh potensi energi dalam negeri. Hal ini mencakup pengembangan etanol dan biodiesel berbasis CPO secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga melaporkan kondisi harga batu bara dan nikel. Saat ini, pemerintah belum mengubah kebijakan pengelolaan kedua komoditas tersebut.

Namun demikian, pemerintah terus memantau dinamika pasar global secara berkala. Opsi relaksasi produksi tetap terbuka dengan pendekatan terukur.

Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan. Dengan begitu, harga komoditas nasional tetap stabil di pasar global.

Penyesuaian Harga dan Penerimaan Negara

Pemerintah memberi sinyal penyesuaian Harga Patokan Mineral nikel. Langkah ini dipertimbangkan agar negara memperoleh nilai lebih adil.

Baca Juga :  Celengan Kreatif Asrial, Dari Browsing Internet Jadi Peluang Usaha Menjanjikan

Selain itu, Presiden juga menekankan prioritas kepentingan negara dalam pengelolaan sumber daya.
Pengelolaan tersebut harus menjaga sumber daya alam sebagai aset strategis nasional.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong optimalisasi penerimaan dari sektor mineral. Upaya ini dilakukan dengan mencari sumber pendapatan yang lebih adil bagi negara.

Bahlil menegaskan tahun 2026 menjadi momentum pembuktian kedaulatan mineral Indonesia. Pemerintah ingin memastikan sumber daya alam memberi nilai tambah maksimal.

Selain itu, pemerintah tidak ingin menjual sumber daya dengan harga murah. Dengan demikian, keseimbangan antara harga dan produksi tetap menjadi prioritas. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:42 WIB

BMKG Minangkabau: Waspada Hujan Lebat di Pesisir Selatan dan Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 7 Oktober: Hujan Lebat Berpotensi Meluas hingga Malam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 6 Oktober 2026: Pasaman Barat, Agam dan Pasaman Berpotensi Hujan Lebat

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini, Warga Diminta Waspada

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 4 Oktober 2026: Pesisir Selatan Waspada Hujan Sangat Lebat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 3 Oktober 2026, Agam Siaga Hujan Lebat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:16 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Sumbar 3-6 Oktober 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar Hari Ini

Berita Terbaru