Pasbar, Javanusa—Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto menghadiri kegiatan adat Babimba di Kampung Mudik Simpang, Jorong Mudik Simpang, Nagari Timbo Abu Kajai, Kecamatan Talamau, Minggu (5/4).
Tradisi warisan leluhur ini bertujuan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPRD Pasbar Yondrizal, Kepala Dinas Pariwisata Afrizal, Camat Talamau Nur Fauziah Zein, Wali Nagari Timbo Abu Kajai Taufik Hidayat, niniak mamak, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
Rombongan bupati disambut melalui tarian persembahan oleh niniak mamak setempat sebagai bagian dari prosesi adat. Rangkaian acara dilanjutkan dengan makan baadaik dan baarak balimau yang menjadi bagian dari tradisi Babimba.
Dalam sambutannya, Yulianto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang mempertahankan tradisi adat di tengah perkembangan zaman. Ia menyebut kegiatan adat seperti Babimba berperan dalam menjaga identitas budaya dan mempererat hubungan sosial masyarakat.
“Kegiatan adat seperti ini harus terus dilestarikan dan dijadikan contoh bagi nagari lain di Pasaman Barat. Tradisi ini tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat,” kata Yulianto.
Ia juga menyampaikan dukungan pemerintah daerah bersama DPRD terhadap pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan berbasis kearifan lokal.
Pada kesempatan yang sama, Yulianto menyampaikan informasi terkait pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana).
Ia berharap proses tersebut berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu meningkatkan pelayanan publik di tingkat nagari.
“Kami berharap Pilwana dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu membawa kemajuan bagi nagari,” ujarnya.
Selain itu, Yulianto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan daerah. Ia menyebut persatuan menjadi faktor penting dalam menciptakan kemajuan daerah.
Ia juga menyoroti pembinaan generasi muda sebagai bagian dari upaya menuju Generasi Emas 2045. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali nilai adat, budaya, dan karakter sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Di akhir kegiatan, Yulianto berharap tradisi Babimba dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga warisan budaya dan memperkuat persatuan masyarakat.
Sementara itu, Wali Nagari Timbo Abu Kajai, Taufik Hidayat, menyampaikan terima kasih atas kehadiran bupati dan rombongan. Ia menyebut kehadiran pemerintah daerah menjadi dorongan bagi masyarakat dalam membangun nagari.
Menurutnya, alek nagari tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mencerminkan komitmen masyarakat dalam menjaga adat dan budaya. Tradisi Babimba dinilai memuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian warisan leluhur. (*/red)






