Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kota Pariaman menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) untuk memperkuat distribusi hasil pertanian ke Jakarta.
Penandatanganan berlangsung di Desa Simpang, Kecamatan Pariaman Selatan, Senin (13/4), disaksikan sejumlah pejabat daerah.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, hadir langsung dalam prosesi tersebut. Turut hadir Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, serta Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi.
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sektor pertanian dan distribusi hasil bumi dari Kota Pariaman ke pasar ibu kota melalui PT Food Station Tjipinang Jaya.
Dalam keterangannya, Rano Karno menyebut Jakarta masih bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain.
Ia menyampaikan keterbatasan lahan membuat Jakarta mengandalkan kerja sama antardaerah melalui skema contract farming yang dijalankan Food Station.
Ia juga menjelaskan kerja sama saat ini masih difokuskan pada komoditas beras, dengan peluang pengembangan ke sektor lain seperti peternakan. Rano mencontohkan kebutuhan sapi yang selama ini masih dipenuhi dari impor, dengan jumlah sekitar 15.000 ekor per periode.
Sementara itu, Vasko Ruseimy menilai kerja sama ini sebagai model kolaborasi business-to-government (B2G) yang dapat diterapkan oleh daerah lain di Sumatera Barat. Ia menyebut kolaborasi tersebut mempertemukan potensi produksi daerah dengan kebutuhan pasar di Jakarta.
Data sektor pertanian menunjukkan Sumbar mengalami peningkatan produktivitas pada 2025. Meski luas lahan tercatat sekitar 284 ribu hektare dan mengalami penurunan, produksi justru meningkat. Tren positif juga terlihat pada produksi gabah dan beras.
Menurut Vasko, peningkatan tersebut dipengaruhi penggunaan benih unggul, mekanisasi, dan perbaikan manajemen pertanian. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah untuk memperkuat sektor pangan.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyebut kerja sama ini dapat memperpendek rantai distribusi hasil pertanian. Dengan adanya offtaker dari Food Station, petani diharapkan memiliki kepastian pasar serta peningkatan standar kualitas produk.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman tahun 2025, luas wilayah kota mencapai 6.497 hektare, dengan 1.627 hektare di antaranya merupakan lahan sawah atau sekitar 25,04 persen.
Produksi padi tercatat 21.474,9 ton, dengan produktivitas 5,50 ton per hektare dan indeks pertanaman dua kali setahun. Komoditas beras dari Kota Pariaman termasuk jenis beras pera yang tergolong beras khusus. (*/red)






