Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kesiapan logistik jemaah haji terus dimatangkan. Distribusi koper menjadi fokus utama menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Direktur Pengawasan Haji Reguler, Rudi Nurudin Ambary, menegaskan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak. Langkah ini dilakukan ke sejumlah penyedia koper untuk memastikan produksi berjalan sesuai rencana.
Sidak Penyedia Koper
Rudi mengungkapkan penyedia koper berasal dari maskapai penerbangan yang melayani keberangkatan.
Dalam hal ini, maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
“Hal ini untuk memastikan koper dapat terdistribusi kepada jemaah sesuai jadwal,” ujar Rudi.
Selain itu, ia menjelaskan sidak menjadi bagian dari pengawasan intensif yang terus dilakukan. Pengawasan ini dijalankan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
“Ditjen telah melakukan inspeksi ke perusahaan pembuat koper bagi jemaah. Kami berharap koper segera didistribusikan,” lanjutnya.
Pengawasan Dimulai Sejak April
Pengawasan terhadap perlengkapan jemaah haji telah dimulai sejak 13 April 2026. Selanjutnya, pengawasan akan terus berjalan hingga seluruh kebutuhan jemaah terpenuhi.
Ia menegaskan langkah ini menjadi strategi pemerintah untuk memastikan layanan haji berjalan optimal.
Terlebih lagi, jadwal keberangkatan jemaah semakin dekat.
“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan koper diterima jemaah sesuai jadwal,” tegasnya.
Jaminan Kenyamanan Jemaah
Dengan pengawasan yang semakin ketat, pemerintah berharap distribusi koper berjalan lancar. Selain itu, perlengkapan lain juga diharapkan dapat tersedia tepat waktu.
Kondisi ini diharapkan memberi rasa tenang bagi jemaah Indonesia. Dengan demikian, jemaah dapat mempersiapkan diri menunaikan ibadah haji dengan nyaman. (*/red)






