Madinah, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia agar tetap tenang. Selain itu, jemaah diminta bersikap bijak menghadapi perubahan cuaca di sejumlah wilayah Arab Saudi.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menyampaikan imbauan tersebut. Ia merujuk edaran Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi.
Edaran itu meminta masyarakat tetap berada di lokasi aman dan meningkatkan kewaspadaan saat hujan atau cuaca ekstrem.
“Masyarakat diminta tetap berada di lokasi aman dan meningkatkan kewaspadaan saat terjadi perubahan cuaca. Penting memperhatikan lingkungan sekitar serta mengikuti arahan petugas,” ujar Budi, Selasa (21/4).
Ia juga meminta masyarakat mematuhi seluruh instruksi resmi. Informasi tersebut disampaikan melalui berbagai media, termasuk platform media sosial.
Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Arab Saudi
Badan Meteorologi Arab Saudi memprakirakan hujan sedang hingga lebat terjadi di beberapa wilayah.
Wilayah itu meliputi Makkah, Madinah, Thaif, hingga Riyadh di barat dan timur Arab Saudi.
Budi menegaskan layanan jemaah tetap berjalan normal. Layanan tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
Kemenhaj juga memperkuat edukasi dan kesiapsiagaan petugas. Fokus utama terletak pada aspek kesehatan jemaah.
“Layanan kepada jemaah tetap berjalan seperti biasa. Kami meningkatkan edukasi dan kesiapsiagaan petugas agar mampu mendampingi jemaah saat cuaca berubah,” jelasnya.
Imbauan Penyesuaian Aktivitas Ibadah
Seiring kondisi cuaca, jemaah diminta menyesuaikan aktivitas ibadah. Saat hujan deras atau panas ekstrem, jemaah dapat melaksanakan shalat dan manasik di hotel.
“Daripada memaksakan diri dan berisiko pada kesehatan, lebih baik ibadah dilakukan di hotel saat cuaca tidak mendukung,” katanya. (*/red)






