Jakarta, Javanusa—Hingga hari kedelapan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah memberangkatkan 104 kloter dengan total 40.796 jemaah menuju Tanah Suci. Sementara itu, sebanyak 93 kloter dengan total 36.483 jemaah telah tiba di Madinah.
Seluruh proses kedatangan berlangsung tertib karena petugas memberikan pendampingan sejak di bandara hingga ke hotel.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan secara menyeluruh selama operasional haji berlangsung.
Hingga saat ini, sebanyak 1.373 jemaah menjalani rawat jalan. Selain itu, petugas merujuk 30 jemaah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 54 jemaah ke rumah sakit Arab Saudi.
Pada 27 April 2026, satu jemaah bernama Kamariyah Dul Tayib (85 tahun) asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, wafat. Dengan demikian, total jemaah wafat hingga saat ini berjumlah dua orang.
Fasilitas dan Tenaga Kesehatan Disiagakan
Pemerintah menjadikan layanan kesehatan sebagai prioritas utama selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dukungan layanan mencakup 40 klinik di Makkah dan lima klinik di Madinah.
Selain itu, pemerintah menyediakan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah. Setiap kloter juga didampingi satu dokter dan satu tenaga kesehatan.
Pemerintah juga menjalin kerja sama dengan rumah sakit rujukan di Arab Saudi guna memastikan penanganan medis berjalan optimal.
Petugas kesehatan terus bersiaga di berbagai titik layanan agar seluruh jemaah mendapatkan penanganan cepat dan tepat.
Pemerintah Imbau Jemaah Jaga Kesehatan
Maria Assegaff memastikan kesehatan jemaah menjadi prioritas utama. Layanan kesehatan disiapkan secara berlapis, mulai dari keberangkatan di tanah air hingga pelayanan di Tanah Suci.
Ia menambahkan pemerintah ingin memastikan setiap jemaah, terutama lansia dan kelompok berisiko, mendapatkan pendampingan optimal sejak awal hingga akhir ibadah.
Selain itu, Maria mengimbau seluruh jemaah untuk aktif menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan, cukup istirahat, menjaga pola makan, dan segera melapor kepada petugas jika mengalami keluhan kesehatan,” tuturnya.
Ia menegaskan kolaborasi antara petugas dan kedisiplinan jemaah akan menentukan kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini.
“Dengan kolaborasi antara petugas dan kedisiplinan jemaah, kami optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya. (*/red)






