Bekasi, Javanusa—Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026).
Pemerintah memastikan penanganan korban, evakuasi, dan pemulihan infrastruktur berjalan cepat dan terkoordinasi.
Menko AHY menyampaikan, laporan hingga pukul 13.00 WIB mencatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka. Tiga korban masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan para korban luka segera pulih.
“Kita mendoakan para korban, semoga husnul khatimah dan diterima segala kebaikannya selama hidup di dunia. Kita juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Yang paling utama tentu melakukan evakuasi terhadap korban, dan itu sudah dilakukan. Bisa dikatakan seluruh korban berhasil dievakuasi, dikeluarkan dari gerbong yang tertabrak tadi malam. Alhamdulillah, tiga korban yang sempat terjepit di gerbong, bisa dikeluarkan dengan selamat setelah proses evakuasi selama kurang lebih delapan jam,” ujar AHY.
Fokus Penanganan dan Pemulihan Jalur
Pemerintah kini memprioritaskan penyelamatan dan penanganan medis seluruh korban. Petugas juga melanjutkan proses pemulihan lokasi, termasuk evakuasi gerbong yang rusak akibat tabrakan.
AHY menyebut proses pengangkatan gerbong masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada sore hari.
“Tadi saya lihat di bawah memang masih diupayakan agar sore ini benar-benar bisa diangkat atau diangkut dari rel kereta, yaitu gerbong khusus wanita KRL yang saat ini masih dalam proses evakuasi atau recovery,” katanya.
Setelah evakuasi selesai, pemerintah akan menormalkan jalur dan sistem kelistrikan agar layanan kereta kembali beroperasi dengan aman.
Investigasi KNKT dan Evaluasi Nasional
Pemerintah menugaskan Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk melakukan investigasi menyeluruh. Tim akan mengungkap penyebab kecelakaan secara komprehensif.
Temuan awal menunjukkan lintasan sebidang antara rel dan jalan darat masih menjadi titik rawan yang membutuhkan perhatian serius.
Menindaklanjuti arahan Prabowo Subianto, yang turut meninjau lokasi, pemerintah akan mengevaluasi sistem transportasi secara menyeluruh, baik pada level kebijakan maupun teknis.
“Arahan Presiden sangat jelas, lakukan pembenahan dan penataan secara menyeluruh, dari kebijakan hingga lapangan. Keselamatan rakyat adalah prioritas tertinggi,” tegas AHY.
Komitmen Transparansi dan Keselamatan Publik
AHY memastikan proses investigasi berjalan transparan dan akuntabel. Pemerintah menempatkan keselamatan publik sebagai prioritas utama.
“Tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia. Kita akan pastikan setiap langkah dilakukan secara terbuka, profesional, dan berorientasi pada pencegahan agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
Pemerintah juga akan memperkuat sistem keselamatan transportasi, mempercepat pembangunan infrastruktur rel yang modern, dan mengurangi risiko lintasan sebidang di berbagai wilayah.
Dalam peninjauan tersebut, AHY didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Direktur Sarana Prasarana Heru Kuswanto, Direktur Portofolio Management I Gede Darmayusa, Kepala Daerah Operasi 1 Wahyu Cahyono, serta Kepala Stasiun Bekasi Timur Wiseno.
Hadir juga Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo R.M Manahutu, Staf Khusus Menteri Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Irjen Pol. Arif Rachman, Merry Riana, serta jajaran tenaga ahli menteri. (*/red)






