Gerakan Tanam 50 Ribu Hektare di Sumbar Dikebut, Pemulihan Lahan dan Antisipasi Kekeringan Dipacu

Penulis -

Kamis, 30 April 2026 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar, Mahyeldi melakukan penanaman padi di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (30/4/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar, Mahyeldi melakukan penanaman padi di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (30/4/2026). (Foto: ADPSB)

Agam, Javanusa—Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana sekaligus mengantisipasi kekeringan melalui Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare.

Program ini berlangsung di berbagai daerah secara nasional, termasuk Sumatera Barat.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung menanam padi pada kegiatan yang dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (30/4/2026).

Program nasional tersebut berlangsung serentak di 25 provinsi. Pemerintah menjadikannya sebagai strategi menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan dalam beberapa bulan ke depan.

Ribuan Hektare Sawah Mulai Pulih

Mahyeldi menyebut Sumbar terdampak besar akibat bencana hidrometeorologi.

Ribuan hektare sawah mengalami kerusakan sehingga pemerintah mempercepat rehabilitasi dan penanaman kembali.

“Yang terdampak di Sumatera Barat lebih kurang 7.000 hektare. Untuk kategori ringan dan sedang sekitar 3.902 hektare. Alhamdulillah rehabilitasi sudah mencapai sekitar 62 persen dan yang sudah ditanami hampir 50 persen,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan percepatan tanam terus dilakukan agar lahan yang telah dipulihkan segera kembali produktif.

“Penanaman kembali lahan yang telah dipulihkan harus cepat, supaya ketersediaan pangan, khususnya beras tetap aman,” katanya.

Pemetaan Wilayah Rawan Kekeringan

Selain mempercepat tanam, pemerintah daerah juga mengantisipasi kekeringan. Langkah ini dilakukan dengan memetakan wilayah rawan agar musim tanam tidak terganggu.

“Arahan Pak Sekjen segera kita tindak lanjuti supaya pada Agustus nanti tidak terdampak kekeringan dan kita bisa panen tepat waktu,” ujarnya.

Melalui langkah tersebut, Sumbar diharapkan mampu mendukung target swasembada pangan nasional dengan optimalisasi lahan produktif.

Peran Kementerian Pertanian dan Target Nasional

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, memimpin langsung pelaksanaan gerakan tanam di Kabupaten Agam.

Baca Juga :  Cuaca Sumbar 19 Juni 2026: Kota Padang dan 17 Daerah Lain Berpotensi Diguyur Hujan

Ia menjelaskan total 50.000 hektare lahan terdiri dari 5.000 hektare Cetak Sawah Rakyat (CSR), 43.000 hektare Optimasi Lahan (Oplah), serta lahan terdampak bencana di Sumbar yang telah direhabilitasi.

“Lahan yang sudah siap tanam harus segera ditanami. Tidak boleh menunggu terlalu lama karena nanti kembali ditumbuhi semak dan tidak produktif,” tegasnya.

Menurutnya, percepatan tanam menjadi strategi penting untuk menjaga produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Tantangan di Lapangan dan Solusi Daerah

Bupati Agam, Benni Warlis, menyebut pemulihan sawah terdampak bencana di daerahnya masih menghadapi tantangan. Ancaman longsor susulan menjadi kendala utama.

Dari sekitar 1.700 hektare lahan terdampak, sebagian telah ditanami dan kini memasuki usia tanam sekitar satu bulan. Pemerintah menjalankan rehabilitasi melalui pola padat karya.

“Dana bantuan langsung masuk ke rekening kelompok tani. Mereka mengelola sendiri, termasuk menyewa alat. Jadi perputaran ekonomi langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Namun, sedimentasi dari perbukitan saat hujan deras masih berpotensi menimbun sawah yang telah diperbaiki.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Agam mengusulkan tambahan alat berat, khususnya ekskavator mini, agar penanganan berlangsung cepat dan kerusakan tidak meluas. (*/adpsb)

Berita Terkait

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru