Rabab Pasisia Semarakkan Malam Kekerabatan IKWAL IV Jurai di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pessel

Penulis -

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Isal Malayu bersama Erni Kampai menunjukkan kebolehannya memainkan rabab pasisia di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pessel. (Foto: Dok. Niks)

Isal Malayu bersama Erni Kampai menunjukkan kebolehannya memainkan rabab pasisia di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pessel. (Foto: Dok. Niks)

Pessel, Javanusa—Panitia Ikatan Keluarga Wilayah Lengayang (IKWAL) IV Jurai menggelar malam kekerabatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pesisir Selatan, Jumat (1/5/2026) malam.

Kegiatan itu menghadirkan kesenian tradisional babiola atau rabab pasisia sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan budaya lokal.

Bupati Pessel, Hendrajoni bersama istri, Ny Lisda Hendrajoni menghadiri kegiatan tersebut bersama sejumlah tokoh masyarakat.

Ia menilai kegiatan itu memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.

“Kesenian rabab pasisia merupakan identitas masyarakat pesisir yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Hendrajoni menegaskan masyarakat memiliki tanggung jawab dalam melestarikan budaya lokal. Ia mengajak generasi muda untuk mengenal dan mencintai kesenian tradisional sebagai bagian dari jati diri daerah.

Panitia menghadirkan warga Lengayang yang berdomisili di Kecamatan IV Jurai dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran tokoh masyarakat seperti Evafauza Yuliasman, Datuak Tigo Lareh, Wakapolres Pessel, Kompol Syafrizen, serta N Riswandi yang akrab disapa Acik, dan para tokoh lainnya, turut menambah semarak suasana.

Dalam kesempatan itu, pemain rabab Isal Malayu bersama Erni Kampai menampilkan kebolehannya di hadapan para tamu undangan.

Keduanya membawakan dendang paruntuangan dan dendang anak balam dengan penuh penghayatan.

Penonton menikmati alunan rabab pasisia yang sarat makna kehidupan dan nilai adat.

Pertunjukan itu menyampaikan pesan moral melalui lirik yang menggambarkan kehidupan sosial masyarakat pesisir.

Bupati Hendrajoni menyampaikan bahwa kesenian tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan.

Ia menjelaskan rabab pasisia juga menjadi media pendidikan budaya bagi masyarakat.

Ia menambahkan, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan seperti malam kekerabatan dapat menjadi wadah efektif untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.

Hendrajoni juga menilai kebersamaan dalam kegiatan budaya dapat memperkuat persatuan masyarakat.

Baca Juga :  Percepat Penanganan Air Bersih dan Sampah, Fadly Amran Temui Kepala BPBPK Sumbar

Ia menyebut nilai gotong royong dan kekeluargaan tercermin dalam kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Halal Bihalal IKWAL IV Jurai, Nofrizal menyampaikan kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian Halal Bihalal.

Ia mengatakan panitia sengaja menghadirkan kesenian rabab pasisia untuk memperkaya nilai budaya dalam acara.

Nofrizal mengajak masyarakat Lengayang untuk terus menjaga kebersamaan melalui kegiatan positif.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pelestarian budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan warga menunjukkan kepedulian terhadap budaya dan organisasi.

Nofrizal menjelaskan malam kekerabatan menjadi momentum memperkuat hubungan antar warga.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang.

Pengurus IKWAL IV Jurai, N Riswandi atau Acik menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat.

Ia menilai kehadiran warga menunjukkan tingginya semangat kebersamaan.

Acik mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan budaya daerah.

Dijelaskan juga rabab pasisia merupakan warisan leluhur yang harus dijaga.

“Kegiatan ini menjadi milik bersama, sehingga kita semua memiliki tanggung jawab untuk meramaikan dan melestarikannya,” kata Acik.

“Kegiatan budaya dengan menampilkan kesenian rabab pasisia ini, dapat memperkuat identitas masyarakat Lengayang di perantauan,” tutupnya. (niks) 

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru