Hardiknas 2026, Wawako Elzadaswarman Tekankan Pendidikan Berkelanjutan dan Digitalisasi Sekolah

Penulis -

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman memimpin upacara peringatan Hardiknas 2026 di halaman Balai Kota Payakumbuh, Sabtu (2/5/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman memimpin upacara peringatan Hardiknas 2026 di halaman Balai Kota Payakumbuh, Sabtu (2/5/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Payakumbuh, Javanusa—Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Balai Kota Payakumbuh, Sabtu (2/5/2026).

Pada kesempatan itu, ia membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti.

Elzadaswarman menegaskan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam memajukan pendidikan nasional.

Ia menyebut, peringatan ini menggerakkan semua pihak untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan.

“Peringatan Hardiknas adalah penggerak untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia yang harus dijalankan dengan ketulusan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap potensi individu.

Penguatan Karakter dan Arah Pendidikan Nasional

Elzadaswarman menyampaikan, nilai pendidikan tersebut selaras dengan ajaran Ki Hajar Dewantara melalui konsep sistem among. Konsep itu menekankan asah, asih, dan asuh sebagai dasar pembentukan karakter dan kecerdasan.

Menurutnya, pembangunan pendidikan nasional saat ini menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Langkah ini bertujuan mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabat.

Ia menambahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

Langkah Konkret Pemko Payakumbuh

Menindaklanjuti arah kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat langkah konkret di daerah. Pemerintah mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan.

Elzadaswarman mengatakan, Pemko Payakumbuh mengakselerasi digitalisasi sekolah dan memperbaiki sarana prasarana pendidikan. Selain itu, pemerintah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

Ia menegaskan, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama jajaran pemerintah daerah berkomitmen menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuh yang inklusif dan menyenangkan. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga :  Salsa Tampil Memukau, Pamerkan Rancangan Sang Juara Padang Fashion Summit
Fokus Peningkatan Kompetensi Guru

Pemerintah daerah juga menempatkan peningkatan kompetensi guru sebagai prioritas. Upaya ini dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan dan penguatan kapasitas pedagogik.

Selain itu, pemerintah memberikan dukungan terhadap program sertifikasi dan pengembangan profesional guru. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Penguatan Karakter dan Akses Pendidikan

Pemko Payakumbuh turut memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai program sekolah. Program tersebut mencakup pembiasaan disiplin, gotong royong, serta kegiatan ekstrakurikuler yang membentuk kepemimpinan dan kreativitas siswa.

Di sisi lain, pemerintah memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah. Pemerintah memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang layak, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan inklusif.

Sinergi Jadi Kunci Kemajuan Pendidikan

Elzadaswarman menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ia menyebut kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pendidikan, karena kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya,” katanya.

Ia menegaskan, semangat Hardiknas 2026 harus menjadi pijakan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan di Payakumbuh.

“Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita optimistis Payakumbuh mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, pemerintah juga menyampaikan berbagai prestasi yang diraih pelajar Payakumbuh hingga tingkat ASEAN. (*/red)

Berita Terkait

Atasi Kemacetan Pengisian Solar di SPBU, Pemko Padang Terapkan Sistem Antrean Digital
Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru