Gubernur Mahyeldi: Pendidikan Harus Kembali Berbasis Keluarga

Penulis -

Senin, 4 Mei 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” di Auditorium UNP, Senin (4/5/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” di Auditorium UNP, Senin (4/5/2026). (Foto: ADPSB)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai pendidikan berbasis keluarga.

Ia menyampaikan hal itu saat membuka Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (4/5/2026).

Di hadapan sekitar 1.000 peserta dari akademisi, mahasiswa, guru, dan organisasi perempuan, Mahyeldi menilai seminar ini bukan sekadar mengenang sejarah. Ia menegaskan forum tersebut menjadi momentum untuk mencari solusi atas krisis pendidikan yang semakin kompleks.

“Seminar ini kita gagas bukan hanya untuk mengenang sejarah. Nilai yang diajarkan Rahmah El Yunusiyyah sangat relevan menjawab persoalan pendidikan saat ini,” ujar Mahyeldi.

Hubungan Guru dan Murid Kian Mengkhawatirkan

Mahyeldi kemudian menyoroti hubungan guru dan murid yang dinilai semakin memprihatinkan. Ia menyebut, gesekan antara keduanya bahkan berujung konflik hingga masuk ranah hukum.

“Kita melihat hubungan guru dan murid kerap mengalami gesekan yang tidak semestinya. Bahkan ada yang sampai dilaporkan ke kepolisian,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya krisis dalam dunia pendidikan. Ia menilai persoalan itu perlu segera diatasi agar tidak menyimpang dari esensi pendidikan.

Lemahnya Ketahanan Keluarga Jadi Akar Masalah

Mahyeldi menilai lemahnya ketahanan keluarga menjadi akar berbagai persoalan sosial. Ia menyebut, kasus narkoba hingga perilaku menyimpang berawal dari lingkungan keluarga.

Ia juga menyoroti rendahnya implementasi Peraturan Daerah tentang ketahanan keluarga di Sumbar. Menurutnya, regulasi tersebut belum berjalan optimal di lapangan.

“Kita bicara narkoba dan perilaku menyimpang, semuanya kembali ke keluarga. Namun, pembekalan bagi calon keluarga masih sangat minim,” ujarnya.

Teladan Pendidikan dari Rahmah El Yunusiyyah

Mahyeldi mencontohkan sistem pendidikan yang diterapkan Rahmah El Yunusiyyah melalui Diniyyah Puteri. Ia menyebut, lembaga tersebut telah membekali perempuan sejak usia dini dengan ilmu rumah tangga, agama, serta kemampuan berpikir.

Baca Juga :  Pemko Padang Dukung Bela Negara Fun Run 2026, Fadly Amran Dorong Jadi Kalender Pariwisata

“Saya pernah bertanya kepada alumni Diniyyah Puteri. Mereka sudah belajar ketahanan keluarga sejak SMP,” katanya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan pembekalan pranikah saat ini yang dinilai sangat singkat. Menurutnya, waktu yang terbatas tidak cukup untuk membangun kesiapan keluarga.

Lahirkan Perempuan Tangguh dan Tokoh Bangsa

Mahyeldi menilai konsep pendidikan Rahmah El Yunusiyyah berhasil melahirkan perempuan tangguh. Ia menyebut, sistem tersebut juga melahirkan tokoh besar seperti Rasuna Said.

“Beliau mempersiapkan perempuan menjadi pribadi mandiri dan berwawasan luas,” ujarnya.

Pemerintah Dukung Pengembangan Diniyyah Puteri

Seminar nasional tersebut juga dihadiri perwakilan Menteri Kebudayaan RI, Feri Arlius. Ia menegaskan Rahmah El Yunusiyyah sebagai pelopor pendidikan perempuan di Indonesia.

“Beliau membuka jalan bagi kemandirian intelektual dan spiritual perempuan di tengah keterbatasan akses pendidikan,” kata Feri.

Ia menambahkan, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan Diniyyah Puteri. Saat ini, dukungan tersebut masih dalam tahap pembahasan di Kementerian Kebudayaan.

Seminar Dorong Gagasan Baru Pendidikan

Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah, menyampaikan seminar ini bertujuan menggali pemikiran Rahmah El Yunusiyyah. Ia berharap forum tersebut mampu mengontekstualisasikan gagasan tersebut dengan tantangan pendidikan modern.

“Seminar ini diharapkan melahirkan gagasan baru dan menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan,” ujarnya.

Seminar menghadirkan narasumber nasional dan internasional, seperti Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim, Prof. Dr. dr. Fasli Jalal, Ph.D., serta wartawan senior Khairul Jasmi. (*/adpsb)

Berita Terkait

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB