Padang, Javanusa—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program Digital Bansos.
Program nasional ini dirancang agar penyaluran bantuan pemerintah lebih tepat sasaran melalui integrasi data kependudukan digital.
Kepala Disdukcapil Kota Padang, Ances Kurniawan menegaskan kesiapan tersebut menjadi bagian dari komitmen Program Unggulan Padang Melayani.
Salah satu langkah konkret yang diterapkan ialah mewajibkan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai syarat utama penerima bantuan.
IKD Jadi Syarat Utama Akses Bantuan
Ances menjelaskan, program tersebut bertujuan mengukur ketepatan bantuan sosial yang diterima masyarakat.
Penggunaan IKD memungkinkan proses verifikasi berlangsung secara real-time sehingga potensi data ganda dan kesalahan sasaran dapat ditekan.
“Program ini bertujuan mengukur ketepatan bansos yang diterima masyarakat. Penggunaan IKD memungkinkan verifikasi dilakukan secara real-time, sehingga risiko data ganda atau salah sasaran dapat ditekan seminimal mungkin,” ujar Ances, Jumat (15/5/2026).
Kota Padang menjadi satu dari delapan kabupaten dan kota di Sumatera yang ditunjuk sebagai lokasi proyek percontohan atau pilot project program tersebut.
Dalam skema pelaksanaan itu, Disdukcapil Kota Padang memegang peran strategis sebagai koordinator wilayah.
Untuk mendukung implementasi teknis, sebanyak 1.750 agen pendamping telah disiagakan hingga tingkat RT dan RW guna membantu masyarakat mengaktifkan IKD.
Penguatan program sebelumnya dimatangkan melalui pertemuan koordinasi antara Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dan tim lintas kementerian di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (24/4/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Kemendagri, Kemenko Polhukam, Kemenpan-RB, Kominfo, dan Bank Indonesia. Forum itu menjadi landasan strategis pelaksanaan Digital Bansos di Kota Padang.
Dalam pertemuan itu, Maigus Nasir menegaskan digitalisasi menjadi solusi terhadap persoalan data kemiskinan faktual di lapangan.
Sinergi lintas lembaga tersebut ditargetkan rampung agar program Digital Bansos dapat diluncurkan secara resmi pada Oktober 2026 mendatang. (*/red)






