KELANA Jadi Panggung Aksi Generasi Muda, Mangrove Didorong Jadi Benteng Masa Depan

Penulis -

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat meluncurkan Program KELANA di Jakarta pada 13 Mei 2026. (Foto: Kementerian LH/BPLH)

Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat meluncurkan Program KELANA di Jakarta pada 13 Mei 2026. (Foto: Kementerian LH/BPLH)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menegaskan komitmennya dalam memperluas edukasi lingkungan hidup. Langkah ini sekaligus memperkuat upaya menjaga ekosistem mangrove.

Pemerintah meluncurkan Program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda). Bersamaan dengan itu, dilakukan screening video dokumenter “Menjaga Akar Negeri: Mangrove Indonesia untuk Dunia”.

Peluncuran ini berlangsung di Jakarta pada 13 Mei 2026. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan partisipasi publik dalam isu lingkungan.

Generasi Muda Jadi Motor Perubahan Lingkungan

Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa KELANA membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

“Kita baru saja meluncurkan program KELANA, dan ini menjadi kebahagiaan bagi kita karena diinisiasi pemerintah dan berkolaborasi dengan anak-anak muda. Isu lingkungan ini memang tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda, sehingga kita harus mampu memfasilitasi ruang-ruang partisipasi mereka secara lebih luas,” ujar Menteri Jumhur.

Program ini mendorong mahasiswa dan pelajar untuk terjun langsung ke lapangan. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat dan mengolah pengalaman menjadi narasi edukatif.

KELANA Dorong Literasi dan Aksi Nyata di Lapangan

Program KELANA dirancang sebagai platform pembelajaran lintas isu lingkungan. Melalui program ini, peserta tidak hanya belajar teori.

Mereka juga mengalami langsung kondisi lingkungan di lapangan. Hasil pengalaman tersebut kemudian dikemas menjadi konten yang membangun kesadaran publik.

Peran Digital Ambassador dan Isu Eco-Anxiety

KELANA juga melahirkan generasi muda sebagai digital ambassadors. Mereka dituntut menyampaikan isu lingkungan secara kreatif dan relevan.

Pendekatan ini penting untuk menjawab eco-anxiety di kalangan anak muda. Kekhawatiran tersebut diarahkan menjadi aksi nyata berbasis pengalaman langsung.

Antusiasme Peserta KELANA Episode 1

Puteri Indonesia Lingkungan 2024 Sophie Kirana ikut mendampingi peserta KELANA Episode 1 di Jambi. Peserta mempelajari ekosistem gambut dan mangrove secara langsung di lapangan.

Baca Juga :  16 Ribu Mangrove Ditanam di Pesisir Kota Padang, Perkuat Mitigasi Bencana

“Saya bangga sekali dengan teman-teman KELANA Episode 1. Antusiasme mereka luar biasa untuk turun langsung ke lapangan mengenali lingkungan. Program ini menjadi salah satu cara bagi teman-teman yang terlibat bersama Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyosialisasikan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dari generasi muda. Harapannya, ini bisa menjadi budaya untuk terus menjaga lingkungan,” ungkap Sophie.

Dokumenter Mangrove Indonesia dan Kolaborasi Global

Selain program KELANA, KLH/BPLH juga merilis dokumenter “Menjaga Akar Negeri: Mangrove Indonesia untuk Dunia”.

Dokumenter ini diproduksi bersama National Geographic Indonesia. Karya ini menampilkan kehidupan masyarakat pesisir di Tarakan, Kalimantan Utara, dan Palu, Sulawesi Tengah.

Editorial Team National Geographic Indonesia, Viennanda Nur Ikhwalfi, menilai dokumenter ini menunjukkan praktik nyata pelestarian lingkungan.

“Ini adalah contoh besar upaya keberpihakan manusia kepada alam. Harapannya, praktik ini bisa dicontoh dan diaplikasikan oleh seluruh masyarakat yang tinggal di pesisir Indonesia, sehingga mangrove dapat menjadi benteng awal kita untuk menjaga hamparan laut yang cukup luas,” Jelas Viennanda.

Mangrove Indonesia Jadi Benteng Ekologi Dunia

Indonesia memiliki ekosistem mangrove seluas 3,45 juta hektare. Luasan ini setara sekitar 23 persen mangrove dunia. Mangrove berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi. Ekosistem ini juga menjadi habitat keanekaragaman hayati.

Selain itu, mangrove berperan sebagai penyerap karbon. Fungsi ini penting dalam pengendalian perubahan iklim global.

“Akar mangrove adalah simbol ketangguhan Indonesia. Hari ini, kita berkumpul untuk memastikan bahwa akar-akar tersebut tetap kokoh, tidak hanya melalui kebijakan di atas kertas, tetapi melalui kolaborasi nyata antara data, teknologi, dan semangat kemanusiaan,” tegas Menteri Jumhur.

Penguatan Kebijakan Perlindungan Mangrove Nasional

Upaya perlindungan mangrove diperkuat melalui regulasi nasional. Salah satunya Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025.

Baca Juga :  Rumah Gadang Kajang Padati Dt Ibrahim Bakal Disulap Jadi Pustaka Sejarah

Regulasi ini mengatur perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove. Selain itu, pemerintah juga menetapkan Peta Mangrove Nasional 2025. Peta ini menjadi rujukan data tunggal dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Indonesia.

KLH/BPLH berharap Program KELANA dan pemutaran dokumenter ini menjadi momentum penting. Gerakan lingkungan diharapkan melibatkan generasi muda secara aktif.

Kolaborasi ini ditargetkan berkelanjutan. Tujuannya untuk memperkuat kesadaran dan aksi nyata menjaga lingkungan Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru