Tangerang, Javanusa—Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak bertolak menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (18/5/2026). Keberangkatan ini menandai dimulainya tugas resmi di Tanah Suci.
Wamenhaj menjalankan tugas sebagai bagian dari Amirul Hajj dan memimpin misi haji Indonesia. Ia juga memastikan kesiapan dan pengawasan layanan jemaah menjelang fase puncak haji 1447 H/2026 M.
Komitmen Pemerintah Tingkatkan Layanan Haji
Dahnil menegaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen kuat menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik. Pemerintah juga menekankan layanan tertib, transparan, dan berorientasi pada jemaah.
“Keberangkatan kami ke Arab Saudi dalam rangka menjalankan amanah sebagai Amirul Hajj, memimpin misi haji Indonesia, sekaligus memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan baik. Di era Presiden Prabowo, penyelenggaraan haji harus semakin baik, semakin tertib, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujar Wamenhaj di Bandara Soekarno-Hatta.
Imbauan Jemaah Hadapi Puncak Ibadah Haji
Menjelang fase puncak haji, Wamenhaj mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia menjaga kesehatan dengan serius. Ia meminta jemaah mengatur tenaga dan tidak memaksakan diri dalam aktivitas fisik.
“Fase puncak haji sudah semakin dekat. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan mengikuti arahan petugas. Fokus utama kita adalah memastikan jemaah dapat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian puncak haji dengan aman, tertib, dan lancar,” katanya.
Pengawasan Ketat Layanan Haji Indonesia
Wamenhaj menegaskan pemerintah terus memperkuat pengawasan layanan jemaah haji secara menyeluruh. Pengawasan mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, dan pelindungan jemaah.
Ia meminta seluruh petugas bergerak dalam satu komando yang terkoordinasi. Layanan kepada jemaah, terutama lansia dan risiko tinggi, harus cepat dan responsif.
“Semua petugas harus bergerak dalam satu komando. Pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia dan jemaah risiko tinggi, harus cepat, responsif, dan tidak boleh berbelit. Kami akan mengawasi langsung agar seluruh layanan berjalan sesuai standar,” tegasnya.
Peringatan Keras Soal Pungutan Tidak Resmi
Wamenhaj juga meminta jemaah berani melaporkan praktik pungutan tidak resmi. Ia menegaskan pemerintah tidak menoleransi tindakan oknum selama penyelenggaraan haji.
“Kami tegaskan, jangan ragu melapor jika ada pungutan oleh oknum. Segala bentuk pungutan di luar ketentuan resmi tidak boleh terjadi. Pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan secara serius, karena pelindungan jemaah adalah prioritas kami,” ujarnya.
Fokus Ibadah dan Jaga Ketertiban
Ia mengajak seluruh jemaah menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas selama pelaksanaan ibadah haji. Fokus utama tetap pada kelancaran ibadah di Tanah Suci.
“Kami ingin jemaah merasa aman, terlindungi, dan dilayani dengan baik. Mari fokus pada ibadah, jaga kesehatan, dan bersama-sama menjaga kelancaran misi haji Indonesia,” tutup Wamenhaj. (*/red)






