12 Anak Putus Sekolah di Padang Ikuti Pelatihan Membatik Lewat Program PKW Dekranasda

Penulis -

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dekranasda Padang, Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Srihayati Maigus Nasir, Ketua DW Padang Nova Raju Minropa menghadiri Program PKW Kota Padang di lantai II Balai Kota Lama, Selasa (19/5/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Ketua Dekranasda Padang, Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Srihayati Maigus Nasir, Ketua DW Padang Nova Raju Minropa menghadiri Program PKW Kota Padang di lantai II Balai Kota Lama, Selasa (19/5/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Sebanyak 12 anak muda mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Kota Padang di lantai II Balai Kota Lama, Selasa (19/5/2026).

Pemerintah Kota Padang menetapkan mereka sebagai penerima program pelatihan keterampilan membatik.

Seluruh peserta program merupakan Anak Tidak Sekolah (ATS). Mereka sempat berhenti sekolah dan kini mendapat kesempatan untuk meningkatkan keterampilan serta membuka peluang usaha.

Pemerintah Kota Padang membekali mereka dengan kemampuan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Program PKW ini merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Dekranas,” ujar Kepala Disnakerin Kota Padang, Ferry Ervyan Rinaldy, Selasa siang.

Program Perdana di Kota Padang

Ferry menyebut, program PKW menjadi kegiatan perdana yang digelar di Kota Padang.

Program tersebut dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ekonomi kreatif daerah.

“Jenis keterampilan yang dipilih pada program ini adalah membatik,” ujar Ferry.

Pemilihan keterampilan membatik dilakukan karena potensi batik khas Minangkabau dan Kota Padang terus berkembang.

Program itu diharapkan mampu melahirkan perajin baru yang kreatif dan produktif.

Pelatihan tersebut menyasar anak muda berusia 15 hingga 25 tahun yang putus sekolah. Peserta mendapatkan pelatihan teknis membatik, pembentukan karakter wirausaha, hingga manajemen bisnis. Materi yang diberikan mencakup perencanaan usaha sampai pemasaran produk.

Salah seorang peserta PKW, Ryuda Havis, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena menyukai seni lukis dan menggambar sejak lama.

“Sangat senang karena dari awal suka melukis dan menggambar,” ungkap pemuda berusia 18 tahun tersebut.

Ryuda merupakan anak putus sekolah yang tinggal di Lubuk Begalung. Ia sempat menempuh pendidikan SMP, namun harus berhenti karena berkebutuhan khusus.

“Harapan saya setelah ini batik lebih dikenal orang banyak,” ujar Ryuda yang datang bersama ayahnya, Mario David.

Baca Juga :  Dekranasda Padang Tampilkan Produk Unggulan di INACRAFT 2025

Peserta lainnya, Novita Rika, mengatakan pelatihan itu akan menambah pengetahuan dan keterampilannya. Ia juga berencana mengembangkan usaha batik setelah memiliki modal sendiri.

“Akan dikembangkan nantinya jika sudah punya modal sendiri,” ujar Novita yang pernah kuliah di perguruan tinggi negeri jurusan Fisika.

ABDSI Siap Dampingi Pengembangan Usaha

Ketua DPW Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Sepris Yonaldi, menuturkan program PKW membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Menurutnya, para peserta akan menjadi pelaku usaha muda yang membangun bisnis sendiri.

“Nantinya kami akan bantu mengolah bisnis dan market para anak muda ini,” katanya.

Sepris menilai program PKW selaras dengan program unggulan Wali Kota Padang, yakni Padang Juara. Melalui program tersebut, anak muda diharapkan memiliki kapasitas ekonomi yang lebih baik.

Pada hari yang sama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan program PKW di Kabupaten Cianjur. Sejumlah daerah mengikuti kegiatan tersebut secara daring, termasuk Kota Padang.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Dekranasda Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Srihayati Maigus Nasir, Ketua DW Kota Padang Nova Raju Minropa, Kepala Disdikbud Yopi Krislova, Kepala Bagian Prokopim Junie Nursyamza, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Indra Noferi, serta sejumlah pejabat lainnya. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru