Tinjau Sentra Industri Garam Rote Ndao, Wapres Dorong Percepatan Swasembada Nasional

Penulis -

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/5/2026). (Foto: BPMI Setwapres)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/5/2026). (Foto: BPMI Setwapres)

Baa, Javanusa—Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/5/2026).

Ia memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah mendorong penguatan swasembada pangan dan hilirisasi sektor kelautan secara berkelanjutan.

Di kawasan tersebut, Wapres menerima paparan pengembangan kawasan industri garam. Ia juga meninjau kolam kristal garam dan gudang penyimpanan secara langsung. Selain itu, Wapres berdialog dengan petani garam dan pemerintah daerah setempat.

Dorongan Swasembada Garam Nasional

Wapres menegaskan kebutuhan garam nasional mencapai sekitar 5 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut. Karena itu, proyek garam di Rote Ndao menjadi strategis bagi nasional.

“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya concern untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” ujar Wapres.

Percepatan Operasional dan Dampak Ekonomi

Wapres menekankan percepatan operasional kawasan agar manfaat segera dirasakan masyarakat. Ia mendorong pembukaan lapangan kerja melalui proyek tersebut agar kesejahteraan warga lokal meningkat secara nyata.

“Kita ingin ini segera bisa fungsional. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect (efek ganda) dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini,” tambahnya.

Penguatan Sektor Perikanan dan Nelayan

Wapres juga menyoroti potensi rumput laut dan kampung nelayan di Rote Ndao. Ia menindaklanjuti usulan pemerintah daerah bersama kementerian terkait. Fasilitas pendukung nelayan akan diperkuat untuk meningkatkan produktivitas perikanan.

Baca Juga :  Kemenhaj Ancam Cabut Izin dan Pidanakan Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah

“Jadi kita ingin nanti di tempat-tempat yang diajukan oleh Bupati, tempat-tempat yang produktif untuk perikanannya harus ada ruang pendinginnya, ada cold storage, ada pabrik esnya untuk slurry ice dan juga nanti di situ ada SPBU khusus untuk nelayan,” jelas Wapres.

Dukung Program Pusat

Wapres juga menerima laporan terkait infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Rote Ndao. Isu tersebut mencakup kebutuhan revitalisasi puskesmas dan peningkatan fasilitas rumah sakit daerah. Ia meminta koordinasi dengan kementerian terkait diperkuat agar penanganan berjalan cepat.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan harapan agar proyek memberi manfaat langsung bagi warga terdampak. Pemerintah daerah menyatakan siap mendukung penuh program pemerintah pusat.

“Beliau ingin memastikan perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang menganggarkan anggaran cukup besar, ini harus bisa berjalan dengan baik sehingga rakyat di Rote Ndao terutama yang terdampak dengan K-SIGN ini bisa menikmati hasil dari pembangunan ini,” ujar Bupati.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena.
Turut hadir Dirjen Pengelolaan Kelautan A. Koswara dan Dirut Nindya Karya Firmansyah. (*/BPMI Setwapres)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru