Padang, Javanusa—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru Sumatera Barat pada Sabtu (23/5/2026).
Dalam laporan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pada pagi hari, BMKG memprakirakan cuaca Sumatera Barat cerah berawan hingga berawan. Kondisi ini masih relatif stabil di berbagai daerah pada awal hari.
Cuaca Siang hingga Malam
Memasuki siang hari, potensi hujan mulai meningkat di berbagai wilayah Sumatera Barat. BMKG mencatat hujan ringan berpeluang terjadi di beberapa daerah.
Wilayah tersebut meliputi Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Kabupaten Solok, dan Sijunjung. Kondisi ini menunjukkan variasi intensitas hujan di wilayah daratan.
Selanjutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
BMKG menilai potensi ini dapat berkembang cepat pada siang hingga sore hari.
Pada malam hari, BMKG memprakirakan cuaca cenderung berawan.
Namun, hujan tetap berpeluang meluas ke hampir seluruh wilayah Sumatera Barat.
Kondisi Suhu, Kelembaban dan Angin
BMKG mencatat suhu udara berada pada kisaran 18 hingga 33 derajat Celsius. Kelembaban udara juga tergolong tinggi, yakni antara 60 hingga 98 persen.
Angin bertiup dari arah selatan menuju barat laut. Kecepatan angin mencapai 4 hingga 22 kilometer per jam.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumbar.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Agam, Tanah Datar, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.
BMKG menekankan potensi dampak dapat meningkat jika hujan berlangsung lama.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada. Masyarakat perlu memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG secara berkala.
Selain itu, BMKG menyarankan masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.
Nelayan, petani, pengendara, serta warga pesisir dan perbukitan perlu meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta tetap siaga. Langkah ini penting untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. (*/red)






