Studi Ungkap 10 Menit Pakai AI Bisa Turunkan Kemampuan Otak, Ini Hasil Penelitiannya

Penulis -

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Studi ungkap 10 menit pakai AI bisa turunkan kemampuan otak. (Foto: Pexels)

Studi ungkap 10 menit pakai AI bisa turunkan kemampuan otak. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Penggunaan kecerdasan buatan atau AI kini menjadi kebutuhan banyak orang dalam aktivitas harian.

Banyak pengguna memakai AI untuk membuat daftar belanja, ide resep, hingga membuat konten media sosial. Ketergantungan ini terus meningkat seiring kemudahan akses aplikasi seperti ChatGPT dan Claude.

Dikutip dari laman YourTango, sejumlah peneliti dari Carnegie Mellon University, University of Oxford, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan University of California, Los Angeles (UCLA) meneliti dampak penggunaan AI.

Penelitian ini menemukan indikasi penurunan kemampuan berpikir setelah penggunaan AI dalam waktu singkat.

Para peneliti menegaskan bahwa penggunaan AI selama 10 menit saja dapat memengaruhi kemampuan pemecahan masalah.

Eksperimen Pemecahan Soal Matematika

Peneliti menguji peserta dengan soal matematika berbasis pecahan. Kelompok pertama menyelesaikan soal tanpa bantuan AI. Kelompok kedua menggunakan bantuan AI untuk menjawab soal.

Hasilnya, kelompok yang menggunakan AI mencatat skor lebih tinggi saat akses AI tersedia. Namun, skor mereka menurun tajam ketika AI tidak lagi digunakan.

Kelompok berbantuan AI memiliki tingkat keberhasilan sekitar 20 persen lebih rendah dibanding kelompok mandiri. Mereka juga lebih sering melewati soal ketika tidak lagi memakai bantuan AI.

Dampak Singkat terhadap Kemampuan Berpikir Mandiri

Penelitian menunjukkan penggunaan AI selama 10 menit saja dapat menurunkan kemampuan berpikir mandiri.
Peserta mengalami penurunan kemampuan pemecahan masalah setelah bantuan teknologi dihentikan.

Temuan ini menunjukkan adanya potensi ketergantungan terhadap sistem AI dalam proses berpikir.

Hasil Penelitian Sebelumnya Mendukung Temuan Ini

Penelitian MIT sebelumnya juga mencatat perbedaan aktivitas otak saat menulis esai. Penulis yang tidak memakai AI menunjukkan konektivitas otak lebih tinggi dibanding pengguna AI.

Studi lain di bidang medis juga menemukan tenaga kerja yang bergantung pada AI kesulitan bekerja tanpa bantuan teknologi.

Baca Juga :  Dewi Perssik Kurban Sapi Bernama Upin dan Ipin, Berharap Segera Temukan Jodoh
Peringatan dari Para Peneliti

Para peneliti menyampaikan bahwa hasil studi ini menimbulkan pertanyaan penting tentang dampak jangka panjang AI. Mereka menilai penggunaan AI berulang dapat memengaruhi daya nalar dan ketekunan manusia.

Peneliti juga mengingatkan bahwa sistem AI saat ini lebih fokus pada kemudahan jangka pendek. Kondisi ini berpotensi mengurangi kemampuan dasar manusia jika digunakan tanpa kontrol.

Tren Penggunaan AI di Masyarakat

Survei YouGov tahun 2025 menunjukkan 56 persen orang dewasa di Amerika Serikat telah menggunakan AI. Sebanyak 28 persen menggunakan AI setiap minggu.

Penggunaan di kalangan usia di bawah 30 tahun bahkan lebih tinggi, mencapai 76 persen. Sekitar 50 persen dari mereka menggunakan AI setiap minggu.

Pentingnya Keseimbangan Penggunaan Teknologi

Para ahli menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam penggunaan teknologi AI. Ketergantungan penuh pada AI dapat mengurangi kemampuan belajar dan berpikir kritis.

Pengguna perlu tetap melatih kreativitas dan kemampuan analisis secara mandiri. Keseimbangan ini penting agar teknologi tidak menggantikan proses berpikir manusia sepenuhnya. (*/red)

Berita Terkait

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA
Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa
Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung
Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua
Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih
Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial
Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa
Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru