Dari Candi Borobudur, Ribuan Lampion Waisak Bawa Pesan Perdamaian untuk Dunia

Penulis -

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Menag Nasaruddin Umar, Menbud Fadli Zon, Ketua Umum DPP WALUBI S. Hartati Murdaya, serta sejumlah tokoh lainnya menyalakan Lentera Perdamaian. (Foto: Kemenag)

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Menag Nasaruddin Umar, Menbud Fadli Zon, Ketua Umum DPP WALUBI S. Hartati Murdaya, serta sejumlah tokoh lainnya menyalakan Lentera Perdamaian. (Foto: Kemenag)

Magelang, Javanusa—Langit malam di kawasan Candi Borobudur pada Minggu (31/5/2026) berubah menjadi lautan cahaya. Ribuan lampion dilepaskan serentak oleh peserta perayaan Waisak.

Cahaya lampion perlahan naik meninggalkan kerumunan umat Buddha. Suasana hening menyelimuti area dengan nuansa penuh kekhidmatan.

Pelepasan lampion menjadi rangkaian utama Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era/2026. Kegiatan ini selalu menarik perhatian umat dari berbagai daerah. Sejak sore, ribuan umat Buddha memadati kawasan Borobudur. Mereka mengikuti ibadah dengan tertib dan penuh ketenangan.

Prosesi Lentera Perdamaian dan Harapan Dunia

Sebelum lampion dilepaskan, sejumlah tokoh menyalakan Lentera Perdamaian. Di antaranya Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, Ketua Umum DPP WALUBI S. Hartati Murdaya, serta sejumlah tokoh lainnya.

Prosesi ini menjadi simbol harapan dunia yang damai dan harmonis. Setelah prosesi, lampion dilepaskan satu per satu ke angkasa. Cahaya kecil di tangan peserta naik perlahan ke langit malam.

Pemandangan itu menghadirkan makna spiritual dan keindahan visual sekaligus. Dalam tradisi Buddha, lampion melambangkan doa dan harapan baik. Lampion juga menjadi simbol pelepasan hal negatif dalam kehidupan.

Doa dan Meditasi dalam Keheningan Malam

Suasana semakin khusyuk saat para Bhante memimpin doa bersama. Umat Buddha diajak bermeditasi dan menenangkan pikiran.

Mereka juga melakukan refleksi diri dalam keheningan malam Borobudur. Doa keselamatan dipanjatkan untuk semua makhluk hidup di dunia.

Salah satu doa yang dikumandangkan adalah “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta”. Doa ini bermakna semoga semua makhluk hidup berbahagia. Lantunan doa menggema di tengah ribuan peserta dengan penuh penghayatan. Suasana mencerminkan kedamaian dan kebersamaan spiritual umat Buddha.

Makna perenungan menegaskan pentingnya kedamaian dalam kehidupan manusia. Kedamaian tidak hanya berasal dari hubungan antarmanusia. Kedamaian juga bersumber dari ketenangan batin setiap individu.

Baca Juga :  Camat Andi Amir Serukan Karang Taruna Lubeg Maksimalkan Peran Sosial
Cahaya Harapan di Langit Borobudur

Langit Borobudur dipenuhi cahaya lampion yang terus melayang tinggi. Setiap cahaya membawa doa untuk keluarga, bangsa, dan lingkungan.

Harapan perdamaian dunia turut mengiringi setiap lampion yang terbang. Semakin tinggi lampion, semakin kecil cahaya yang terlihat dari bawah. Hal itu menjadi pengingat bahwa harapan tidak pernah hilang.

Pelepasan lampion tidak hanya menjadi tradisi tahunan umat Buddha. Kegiatan ini juga menjadi simbol perjalanan spiritual pembersihan diri. Nilai kasih sayang dan damai terus ditumbuhkan dalam kehidupan.
Dari Borobudur, cahaya lampion membawa pesan perdamaian untuk dunia. (*/red)

 

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru