Rakor LP2B Sumbar, Wawako Maigus Nasir Minta Target LP2B Dibagi Proporsional

Penulis -

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengikuti Rakor LP2B Sumbar di Auditorium Gubernur Sumbar, Selasa (2/6/2026). (Foto: Pemko Padang)

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengikuti Rakor LP2B Sumbar di Auditorium Gubernur Sumbar, Selasa (2/6/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang mengusulkan skema pembagian target Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) secara proporsional antar daerah di Sumatera Barat.

Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penetapan dan Integritas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Sumatera Barat yang berlangsung di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026).

Rakor tersebut membahas percepatan penetapan LP2B di kabupaten dan kota se-Sumatera Barat sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan alih fungsi lahan pertanian yang terus meningkat.

Kegiatan ini dihadiri Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Andi Renald.

Hadir pula Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir didampingi Sekretaris Daerah Raju Minropa, Plh Kepala Dinas Pertanian Ansoriudin, serta Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Lili Rahmaini.

Selain itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumatera Barat Adib Alfikri dan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Afriwarman. Rakor juga dihadiri bupati dan wali kota se-Sumatera Barat beserta kepala dinas terkait dan pemangku kepentingan lainnya.

Percepatan LP2B Dukung Program Swasembada Pangan

Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu Kementerian ATR/BPN Andi Renald menjelaskan bahwa percepatan penetapan LP2B merupakan bagian dari Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, program tersebut mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi baru.

Andi Renald juga mengungkapkan bahwa dari 38 provinsi di Indonesia, baru 23 provinsi yang telah memasukkan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi. Sementara itu, dari 504 kabupaten dan kota di Indonesia, sekitar 203 daerah telah memuat KP2B dalam RTRW daerah masing-masing.

Baca Juga :  Proyek Normalisasi Sungai Batang Kandis Dikebut, Pembebasan Lahan Jadi Prioritas Pemko Padang

“Kabupaten dan kota kita tidak bertambah luas, namun kebutuhan ruang terus meningkat. Oleh sebab itu, diperlukan perencanaan dan pengendalian yang baik agar pembangunan tetap berjalan, namun keberadaan lahan pertanian pangan tetap terjaga demi masa depan ketahanan pangan kita bersama,” ujarnya.

Padang Hadapi Keterbatasan Lahan

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan Pemerintah Kota Padang mendukung kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Namun, pemerintah daerah juga harus menjaga keseimbangan antara perlindungan lahan dengan kebutuhan pembangunan dan investasi.

Maigus menjelaskan, Kota Padang memiliki Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 4.357,74 hektare. Dari jumlah tersebut, target penetapan LP2B mencapai 3.791,23 hektare atau sekitar 87 persen hingga tahun 2029.

Saat ini, luas lahan yang tersedia baru mencapai 2.123,64 hektare atau sekitar 48 persen. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan lahan seluas 1.667,59 hektare untuk memenuhi target yang ditetapkan.

Maigus menambahkan target 87 persen tersebut merupakan target provinsi yang harus dicapai bersama oleh seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

“Kota Padang sebagai ibu kota provinsi tentu harus memperhatikan arah pembangunan dan investasi. Sehingga kami menilai sangat tidak memungkinkan apabila seluruh target LP2B itu harus dipenuhi oleh Kota Padang sendiri,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Kota Padang mengusulkan mekanisme dukungan antarwilayah dalam pencapaian target LP2B.

“Kami mengusulkan agar daerah yang secara zonasi tidak memungkinkan memenuhi target LP2B, maka dapat didukung oleh daerah lain yang memiliki potensi lahan lebih luas,” tambahnya.

Sumbar Targetkan 164 Ribu Hektare LP2B

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Afriwarman menyampaikan bahwa Sumatera Barat merupakan salah satu dari delapan provinsi penyangga lumbung pangan nasional.

Baca Juga :  Rakor Validasi Data Pascabencana, Wali Kota Padang Paparkan Kerusakan Akibat Banjir Bandang

Menurut Afriwarman, Sumatera Barat memiliki Lahan Baku Sawah seluas 188.521 hektare yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Dari total luasan tersebut, pemerintah menargetkan penetapan LP2B mencapai 164.025 hektare atau sekitar 87 persen sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Jajaki Kerja Sama Bank Tanah, Bukit Gombong Berpotensi untuk Reforma Agraria
Atasi Kemacetan Pengisian Solar di SPBU, Pemko Padang Terapkan Sistem Antrean Digital
Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terbaru