Wamenkop: Koperasi Jadi Instrumen Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Penulis -

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkop Farida Farichah saat Sharing Session Rapat Koordinasi OJK Daerah di Bandung, Jumat malam (6/6). (Foto: Kemenkop)

Wamenkop Farida Farichah saat Sharing Session Rapat Koordinasi OJK Daerah di Bandung, Jumat malam (6/6). (Foto: Kemenkop)

Bandung, Javanusa—Pemerintah terus memperkuat peran koperasi sebagai instrumen utama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen.

Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai alat pemerataan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan pertumbuhan ekonomi tinggi harus diikuti pemerataan dampak.

Ia menilai koperasi menjadi instrumen paling relevan untuk menjawab tantangan tersebut melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Pertumbuhan ekonomi 8 persen yang ingin kita capai harus disertai pemerataan. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Farida dalam Sharing Session Rapat Koordinasi OJK Daerah di Bandung, Jumat malam (6/6).

Data dan Kondisi Koperasi Nasional

Farida menjelaskan jumlah koperasi aktif nasional mencapai 222 ribu unit. Dari jumlah itu, sekitar 83 ribu unit merupakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Jumlah anggota koperasi mencapai sekitar 31 juta orang. Total modal koperasi tercatat Rp300 triliun dengan aset Rp325 triliun.

Sisa Hasil Usaha (SHU) akumulatif mendekati Rp8 triliun. Data ini menunjukkan koperasi memiliki basis ekonomi yang besar dan luas.

Penguatan Koperasi ke Sektor Produksi

Pemerintah menilai koperasi masih perlu penguatan agar masuk sektor produksi. Langkah ini penting untuk menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional.

Koperasi perlu memperluas peran agar tidak hanya bergerak di sektor jasa. Penguatan ini juga mendorong produktivitas ekonomi masyarakat lebih luas. Farida menyebut dua langkah utama diperlukan untuk masuk sektor produksi.

“Inkubasi koperasi skala kecil dan penguatan koperasi besar menjadi kunci,” ujar Farida.

Strategi Pemerintah Perkuat Koperasi

Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat regulasi, fasilitasi, dan pembinaan koperasi. Pemerintah juga mengarahkan sumber daya untuk memperkuat KDKMP dan koperasi eksisting.

Baca Juga :  Manufaktur Jadi Penopang Ekonomi Indonesia 2026, Kemenperin Genjot Ekspor dan Daya Saing Industri

Sinergi lintas lembaga termasuk OJK menjadi bagian penting penguatan ekosistem koperasi. LPDB juga terlibat langsung mendampingi koperasi agar berkembang di sektor produktif.

Farida menegaskan dukungan regulasi, pembiayaan, dan digitalisasi akan memperkuat koperasi.

“Koperasi diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi 8 persen yang merata,” ucapnya.

Peluang Sektor Peternakan untuk Koperasi

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda menilai sektor peternakan memiliki potensi besar. Koperasi dapat berperan dalam pengembangan sektor riil produktif tersebut.

Ia menjelaskan produksi susu nasional masih terbatas sekitar 1 juta ton. Jumlah itu baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional.

Sisanya masih dipenuhi impor susu bubuk senilai sekitar Rp25 triliun per tahun. Kondisi ini terjadi karena populasi sapi perah nasional baru 540 ribu ekor.

Sebanyak 85 persen dikelola peternak rakyat, 10 persen peternakan komersial, dan 5 persen korporasi.
Kebutuhan susu nasional terus meningkat seiring program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Permintaan juga datang dari rumah tangga dan industri pengolahan susu nasional. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi koperasi peternakan meningkatkan produktivitas.

Tujuannya untuk menekan ketergantungan impor dan memperkuat ekonomi nasional berbasis produksi. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru