Norwegia Percaya Diri Hadapi Piala Dunia 2026, Haaland dan Odegaard Jadi Andalan

Penulis -

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erling Haaland dan Martin Odegaard. (Foto: FIFA.com)

Erling Haaland dan Martin Odegaard. (Foto: FIFA.com)

Javanusa.com—Setelah hampir tiga dekade absen dari putaran final Piala Dunia, Norwegia akhirnya kembali tampil di ajang sepak bola terbesar dunia.

Di bawah arahan pelatih Stale Solbakken, tim Skandinavia itu datang ke Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi usai menyapu bersih seluruh pertandingan kualifikasi.

Kesuksesan tersebut membuat banyak pengamat menempatkan Norwegia sebagai salah satu tim yang berpotensi mencuri perhatian di Amerika Utara.

Kehadiran sejumlah pemain bintang, termasuk Erling Haaland dan Martin Odegaard, semakin memperkuat optimisme publik terhadap peluang mereka.

Solbakken Incar Awal Sempurna di Grup Sulit

Bagi Solbakken, turnamen kali ini memiliki makna khusus. Pada Piala Dunia 1998, ia menjadi bagian dari skuad Norwegia yang menantang Italia di babak 16 besar sebelum kalah tipis 0-1 di Marseille. Pertandingan itu menjadi penampilan terakhir Norwegia di Piala Dunia hingga sekarang.

Kini, sebagai pelatih kepala, Solbakken berkesempatan membawa negaranya menorehkan sejarah baru. Meski optimistis, ia menegaskan pentingnya laga pembuka melawan Irak.

“Bagi setiap pelatih, memimpin negara mereka di Piala Dunia mungkin merupakan pencapaian tertinggi,” ujar Solbakken.

Ia menambahkan timnya berada di grup yang sangat kompetitif sehingga hasil positif pada pertandingan pertama akan sangat menentukan perjalanan mereka.

“Kami tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa ini adalah pertandingan yang sangat penting. Kami berada di grup yang sangat kompetitif, mungkin yang paling sulit. Jika kami bisa memulai dengan tiga poin, maka kami sudah berada di jalur yang tepat,” katanya.

Haaland Disebut Striker Terbaik Dunia

Salah satu kekuatan utama Norwegia tentu berada di lini depan. Erling Haaland datang ke turnamen dengan kondisi yang dinilai sangat baik setelah mendapat waktu pemulihan menjelang kompetisi.

Baca Juga :  Hasil Maroko vs Haiti 4-2: Atlas Lions Bangkit Dramatis, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Solbakken bahkan menyebut penyerang Manchester City itu sebagai pencetak gol terbaik di dunia saat ini.

“Semoga Erling bisa memberikan dampak yang sangat besar. Saya pikir dia adalah pencetak gol terbaik di dunia,” ujarnya.

Menurut Solbakken, kunci keberhasilan tim adalah memastikan Haaland mendapatkan suplai bola yang cukup. Ia yakin sang striker akan mampu memaksimalkan peluang yang tercipta.

“Jika dia mendapatkan peluang, dia memiliki kebiasaan untuk mencetak gol,” kata Solbakken.

Patrick Berg Yakin Generasi Saat Ini yang Terbaik

Optimisme juga datang dari gelandang Patrick Berg. Pemain berusia 28 tahun itu mengaku sedang menikmati periode terbaik sepanjang kariernya.

Selain membantu Norwegia lolos ke Piala Dunia, Berg turut mengantar Bodo/Glimt mencatat perjalanan mengesankan hingga babak 16 besar Liga Champions UEFA.

Ia bahkan menilai skuad Norwegia saat ini memiliki kualitas yang belum pernah dimiliki generasi sebelumnya.

“Tentu saja, pada era 1990-an tim ini tampil sangat baik,” ujar Berg.

“Namun jika melihat para pemain yang kami miliki sekarang, saya pikir kami memiliki bintang-bintang terbesar yang pernah dimiliki Norwegia, seperti Haaland dan Odegaard, serta banyak pemain lainnya. Mereka memiliki peran penting di beberapa klub terbesar di dunia.”

Sander Berge Soroti Kualitas Skuad

Gelandang Sander Berge memilih lebih berhati-hati ketika membandingkan tim saat ini dengan generasi terdahulu. Meski demikian, ia mengakui kualitas para pemain Norwegia saat ini sangat istimewa.

Menurutnya, perkembangan sepak bola modern membuat level persaingan semakin tinggi. Karena itu, keberadaan pemain seperti Haaland dan Odegaard menjadi aset penting bagi tim nasional.

“Para pemain yang kami miliki di tim ini benar-benar istimewa. Ketika Anda memiliki pemain seperti Erling dan Martin dalam susunan tim, Anda akan selalu mendapatkan banyak perhatian dan minat,” ujar Berge.

Baca Juga :  Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Momen Membanggakan bagi Berge dan Keluarganya

Bagi Berge, tampil di Piala Dunia juga memiliki nilai emosional yang mendalam. Ia berasal dari keluarga atlet, dengan kedua orang tuanya pernah memperkuat tim nasional basket.

Sang ibu pernah membela tim nasional basket Swedia, sementara ayahnya bermain untuk tim nasional basket Norwegia. Bahkan, saudara laki-lakinya juga sempat berkarier di basket tingkat perguruan tinggi di Amerika Serikat.

“Lolos ke Piala Dunia dan kini melihat mereka berada di sini untuk mendukung saya adalah momen yang sangat membanggakan,” kata Berge.

Dukungan keluarga tersebut menjadi motivasi tambahan bagi Norwegia yang berambisi mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil maksimal saat menghadapi Irak. (*/red)

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru