Padang, Javanusa—Menjelang tahun ajaran baru, aktivitas perdagangan di Pasar Raya Padang Fase VII semakin ramai.
Masyarakat mulai memadati kawasan tersebut untuk membeli seragam, tas, sepatu, alat tulis, hingga berbagai kebutuhan sekolah lainnya.
Peningkatan kunjungan itu memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi pedagang. Kondisi tersebut sekaligus menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di salah satu pusat perdagangan utama Kota Padang.
Tahun Ajaran Baru Jadi Penggerak Ekonomi Pasar
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menilai momentum masuk sekolah menjadi kesempatan besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan.
Menurutnya, Pasar Raya Padang Fase VII kini menawarkan pilihan produk yang semakin lengkap sehingga mampu memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan anak dalam satu lokasi.
“Momentum masuk tahun ajaran baru tentu menjadi peluang bagi pelaku usaha kita, khususnya pedagang di Pasar Raya Fase VII. Di sini bukan hanya tersedia pakaian atau alat tulis, tetapi juga sepatu, tas, dan berbagai perlengkapan sekolah lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Fizlan Setiawan.
Kelengkapan produk tersebut membuat kawasan pasar ini menjadi salah satu tujuan utama warga saat mempersiapkan kebutuhan sekolah.
Di saat yang sama, meningkatnya transaksi diharapkan mampu memperkuat pemulihan sektor perdagangan lokal.
Pemko Gandeng Perbankan dan Transportasi Digital
Untuk memaksimalkan peluang ekonomi tersebut, Pemerintah Kota Padang terus membangun kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis.
Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan sektor perbankan dan layanan transportasi digital guna mendorong aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
“Saat ini kami berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan Grab dan Bank Nagari, untuk menggaet sektor perekonomian sekaligus mendorong peningkatan daya beli masyarakat,” kata Fizlan.
Langkah tersebut dapat memperluas akses masyarakat ke pusat perdagangan sekaligus memberikan dukungan bagi pelaku usaha yang beroperasi di kawasan pasar.
Siapkan Operasi Pasar Jaga Stabilitas Harga
Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan, Pemerintah Kota Padang juga mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Pemko akan menggelar operasi pasar secara berkala untuk menjaga harga sejumlah komoditas penting tetap terjangkau, seperti beras, minyak goreng, dan cabai.
Kebijakan ini dinilai penting agar pertumbuhan transaksi perdagangan tidak dibarengi tekanan inflasi yang dapat mengurangi kemampuan belanja masyarakat.
Rp40 Miliar untuk Revitalisasi Pasar
Selain menjaga iklim perdagangan, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kualitas infrastruktur pasar.
Pemko Padang telah mengalokasikan sekitar Rp40 miliar untuk perbaikan sarana dan prasarana umum dalam program revitalisasi Pasar Raya Padang. Pelaksanaan pekerjaan tersebut akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang.
Program revitalisasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih nyaman, tertata, dan kompetitif sebagai pusat ekonomi modern.
Untuk memperkuat daya tarik kawasan, pemerintah juga merencanakan pembangunan fasilitas air mancur yang dijadwalkan berlangsung mulai 23 Juni hingga 31 Desember 2026.
Keberadaan fasilitas baru itu diharapkan dapat mempercantik kawasan pasar sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung saat berbelanja.
Melalui penguatan aktivitas perdagangan, pengendalian harga, dan pembenahan infrastruktur, Pemerintah Kota Padang menargetkan Pasar Raya Padang semakin berkembang sebagai pusat ekonomi rakyat yang modern, dinamis, dan berkelanjutan. (*/red)






