Javanusa.com—Lionel Messi membuka Piala Dunia FIFA 2026 dengan penampilan impresif. Penyerang Argentina tersebut kini berada di posisi teratas klasemen sementara Sepatu Emas adidas setelah mencetak hattrick dalam kemenangan 3-0 atas Aljazair di Kansas City Stadium.
Tiga gol yang dicetak Messi tidak hanya mengantar Argentina meraih kemenangan penting di Grup J, tetapi juga membuatnya menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Namun, persaingan menuju penghargaan pencetak gol terbanyak masih terbuka lebar. Sejumlah bintang dunia langsung menunjukkan ketajamannya pada laga pembuka turnamen.
Mbappe dan Haaland Mulai Mengejar
Kylian Mbappe menjadi salah satu pesaing terdekat Messi. Penyerang Prancis itu mengoleksi dua gol saat Les Bleus menundukkan Senegal dengan skor 3-1 pada Selasa (16/6/2026).
Di hari yang sama, Erling Haaland juga mencatatkan dua gol ketika Norwegia mengalahkan Irak 4-1. Tambahan gol tersebut menempatkan striker Manchester City itu dalam kelompok pemburu terdepan Sepatu Emas.
Selain Mbappe dan Haaland, beberapa pemain lain juga berhasil mencetak dua gol pada pertandingan pertama mereka. Mereka adalah Kai Havertz dari Jerman, Elijah Just dari Selandia Baru, Yasin Ayari dari Swedia, serta Folarin Balogun yang memperkuat Amerika Serikat.
Klasemen Sementara Sepatu Emas Adidas
Messi saat ini memimpin daftar pencetak gol dengan koleksi tiga gol dari satu pertandingan. Sementara itu, enam pemain berada tepat di belakangnya dengan torehan dua gol, yakni Folarin Balogun, Yasin Ayari, Kai Havertz, Elijah Just, Erling Haaland, dan Kylian Mbappe.
Jika produktivitas mereka berlanjut sepanjang turnamen, persaingan memperebutkan penghargaan individu paling bergengsi bagi penyerang itu diperkirakan berlangsung hingga fase akhir kompetisi.
Cara Penentuan Pemenang Sepatu Emas
FIFA memberikan penghargaan Sepatu Emas adidas kepada pemain yang mencetak gol terbanyak selama putaran final Piala Dunia.
Apabila terdapat dua atau lebih pemain dengan jumlah gol yang sama, FIFA akan menggunakan jumlah assist sebagai pembeda. Penilaian assist ditentukan oleh anggota FIFA Technical Study Group.
Jika jumlah gol dan assist masih identik, maka total menit bermain menjadi faktor penentu. Pemain yang mencatatkan waktu bermain lebih sedikit akan menempati posisi lebih tinggi dalam klasemen akhir penghargaan tersebut. (*/red)






