Kemenag Gelar Lomba Film Pendek Islami 2026, Hadiah Utama Rp10 Juta

Penulis -

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenag menggelar Lomba Film Pendek Islami 2026. (Foto: Ist/Kemenag)

Kemenag menggelar Lomba Film Pendek Islami 2026. (Foto: Ist/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran Kompetisi Film Pendek Islami 2026 yang mengangkat tema Keluarga Sakinah-Maslahat.

Ajang ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas melalui karya audio visual yang sarat pesan keislaman dan nilai-nilai keluarga.

Pendaftaran berlangsung secara daring mulai 15 Juni hingga 31 Juli 2026. Kompetisi tersebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, baik peserta individu maupun kelompok, tanpa membedakan usia, latar belakang suku, maupun golongan.

Kemenag Dorong Dakwah Kreatif Lewat Film

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, mengatakan kompetisi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan dakwah melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, film memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan nilai kehidupan sekaligus membangun inspirasi bagi penonton.

“Film merupakan medium yang sangat kuat untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai kehidupan. Melalui kompetisi ini, kami ingin mendorong lahirnya karya-karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menghadirkan inspirasi dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan keluarga,” kata Muchlis di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan tema Keluarga Sakinah-Maslahat dipilih karena keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang harmonis, produktif, dan berakhlak.

“Keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap individu. Dari keluargalah nilai-nilai agama, moral, dan kebangsaan ditanamkan. Karena itu, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengangkat berbagai cerita inspiratif tentang keluarga yang menghadirkan kemaslahatan bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Film Pendek Jadi Media Dakwah Era Digital

Lebih lanjut, Muchlis menilai perkembangan teknologi digital membuka peluang yang semakin luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyebarkan pesan positif melalui karya kreatif.

Ia menegaskan dakwah saat ini tidak hanya dilakukan melalui ceramah atau mimbar keagamaan. Konten digital, termasuk film pendek, mampu menjangkau audiens yang lebih beragam dan luas.

Baca Juga :  Pemilihan Uni dan Uda Duta Wisata Kota Padang 2025 Gunakan Konsep Baru

“Hari ini, dakwah juga bisa hadir melalui film, video pendek, dan berbagai konten digital yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kami berharap kompetisi ini melahirkan karya-karya yang berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman,” lanjutnya.

Ketentuan Lomba dan Hadiah

Dalam kompetisi ini, peserta diminta membuat film pendek bergenre drama fiksi keluarga dengan durasi antara lima hingga tujuh menit.

Panitia memberikan kebebasan kepada peserta untuk mengembangkan alur cerita sesuai kreativitas masing-masing selama tetap sejalan dengan tema yang telah ditetapkan.

Seluruh karya yang masuk akan melalui proses penilaian oleh dewan juri untuk menentukan para pemenang.

Panitia menyediakan hadiah sebesar Rp10 juta untuk juara pertama, Rp7 juta bagi juara kedua, dan Rp5 juta untuk juara ketiga.

Selain itu, satu karya akan mendapatkan penghargaan Juara Favorit berdasarkan jumlah tayangan terbanyak.

Ajak Pelajar hingga Komunitas Kreatif Berpartisipasi

Kemenag mengundang berbagai kalangan untuk ambil bagian dalam kompetisi ini, mulai dari pelajar, mahasiswa, sineas muda, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum.

“Kami mengundang para sineas muda, pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi. Setiap orang memiliki cerita yang dapat menginspirasi dan membawa manfaat bagi banyak orang,” kata Muchlis.

Ia berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan karya yang mampu memperkuat ketahanan keluarga Indonesia sekaligus memperluas penyebaran pesan-pesan keagamaan melalui media yang kreatif dan mudah diterima masyarakat.

“Ketika pesan keagamaan disampaikan melalui media yang kreatif dan dekat dengan masyarakat, dampaknya akan lebih luas dan lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Fadly Amran Minta Pembangunan SDN 01 Pasar Laban Dipercepat, Mitigasi Banjir Diperkuat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kabut Asap, Disdikbud Padang Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh 9–10 Oktober 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Buka CSC Lustrum XII SMK SMTI Padang, Maigus Nasir Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Bunda PAUD Padang Dorong Pengenalan Manasik Haji Sejak Usia Emas

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Porsematik 32 SMPN 32 Padang Ditutup, Maigus Nasir Dorong Siswa Kejar Prestasi

Rabu, 30 September 2026 - 16:22 WIB

Guru TK Aisyiyah Padang Didorong Manfaatkan AI untuk Perkuat Kreativitas Mengajar

Selasa, 29 September 2026 - 18:01 WIB

Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara Dibuka, Tawarkan Beasiswa 100 Persen

Selasa, 22 September 2026 - 08:17 WIB

340 Warga Sumbar Terima Beasiswa Sawit, Mahyeldi: Jangan Sia-siakan Kesempatan

Berita Terbaru