FIFA Power Rankings 2026: Lionel Messi, Ramin Rezaeian dan Derek Cornelius Jadi Pemain Paling Berpengaruh di Fase Grup

Penulis -

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapten Argentina Lionel Messi. (Foto: FIFA.com)

Kapten Argentina Lionel Messi. (Foto: FIFA.com)

Javanusa.com—Piala Dunia FIFA 2026 mulai memunculkan para pemain yang memberikan dampak terbesar bagi timnya.

Berdasarkan FIFA Power Rankings yang didukung Aramco, Lionel Messi, Ramin Rezaeian, dan Derek Cornelius menjadi nama teratas setelah seluruh laga putaran pertama fase grup rampung digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Pemeringkatan tersebut tidak hanya mengukur gol dan assist, tetapi juga menilai kontribusi pemain dalam membangun serangan, menciptakan peluang, hingga menghentikan ancaman lawan melalui analisis data performa yang komprehensif.

Messi Kuasai Kategori Ofensif

Kapten Argentina Lionel Messi langsung menempati posisi teratas kategori ofensif berkat penampilan luar biasa saat menghadapi Aljazair. Pemain berusia 39 tahun itu mencetak hattrick yang membawa Argentina menang 3-0 pada laga pembuka.

Statistik menunjukkan Messi menyumbang 60 persen dari total upaya tembakan Argentina sepanjang pertandingan. Ia menjadi satu-satunya pemain timnya yang mencatatkan tembakan tepat sasaran sekaligus mencetak seluruh gol La Albiceleste.

Efektivitas penyelesaian akhirnya juga mencuri perhatian. Tiga gol Argentina lahir dari peluang dengan nilai expected goals (xG) sebesar 1,58, menegaskan tingginya kualitas finishing sang bintang.

Kontribusi Messi tidak hanya terlihat di depan gawang. Pemain Inter Miami itu menerima bola sebanyak 23 kali di ruang antarlini dan membukukan 12 operan progresif yang membantu Argentina menciptakan situasi berbahaya.

Di bawah Messi, winger Selandia Baru Elijah Just menempati posisi kedua. Ketajamannya menjadi faktor penting saat The All Whites menahan Iran 2-2. Just mencetak dua gol dari dua peluang open-play yang didapatkannya.

Sementara itu, penyerang Prancis Kylian Mbappe dan gelandang Swedia Yasin Ayari juga masuk jajaran pemain ofensif terbaik. Mbappe mencetak dua gol ke gawang Senegal dari empat tembakan tepat sasaran serta menghasilkan lima progresi bola sukses.

Baca Juga :  Dua Atlet Pariaman Wakili Indonesia di Sea Games dan Asian Youth Games 2025

Ayari bahkan mencatat efektivitas penyelesaian peluang yang sangat tinggi. Gelandang Swedia tersebut mampu melampaui kualitas peluang yang dimilikinya hingga 1,86 gol.

FIFA Power Rankings 2026 Kategori Ofensif.
FIFA Power Rankings 2026 Kategori Ofensif. (Foto FIFA.com)
Rezaeian Pimpin Daftar Kreator Terbaik

Pada kategori kreativitas, nama Ramin Rezaeian menjadi pemain paling menonjol. Bek kanan Iran itu berperan besar dalam permainan menyerang timnya saat menghadapi Selandia Baru.

Ramin Rezaeian
Ramin Rezaeian. (Foto: FIFA.com)

Rezaeian mencatatkan 16 umpan progresif dan 13 aksi yang berhasil membongkar organisasi pertahanan lawan. Pengaruhnya semakin terlihat karena ia turut mencetak gol penyeimbang serta terlibat langsung dalam gol kedua Iran.

Posisi berikutnya ditempati pemain sayap Prancis Michael Olise. Saat Les Bleus mengalahkan Senegal 3-1, Olise menghasilkan 19 aksi pemecah lini pertahanan, termasuk 17 melalui distribusi umpan.

Selain mencatat satu assist, Olise ikut berperan dalam dua dari tiga gol Prancis. Ia juga terlibat dalam sembilan rangkaian serangan yang berakhir dengan tembakan.

Daftar pemain kreatif terbaik turut diisi Lee Kang-in dari Korea Selatan, Julio Enciso dari Paraguay, dan Mohamed Salah dari Mesir.

Lee tampil impresif dengan menyelesaikan seluruh 38 umpannya secara akurat dan menyumbang satu assist saat menghadapi Republik Ceko. Di sisi lain, Enciso tetap menjadi pusat serangan Paraguay meski timnya kalah dalam penguasaan bola melawan Amerika Serikat.

Salah juga menunjukkan pengaruh besar melalui pergerakan tanpa bola dan umpan-umpan cerdas yang membantu Mesir menciptakan ancaman ke gawang Belgia. Ia turut menyumbang assist untuk gol Emam Ashour.

FIFA Power Rankings 2026 Kategori Kreatifitas.
FIFA Power Rankings 2026 Kategori Kreatifitas. (Foto FIFA.com)
Derek Cornelius Jadi Tembok Pertahanan Terbaik

Kategori bertahan dipimpin bek Kanada Derek Cornelius yang tampil dominan saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.

Cornelius mencatatkan 17 perebutan bola, angka tertinggi di antara seluruh pemain pada laga pembuka fase grup. Selain itu, ia membukukan 13 sapuan, empat blok, empat tekel, dan memenangkan delapan duel udara.

Baca Juga :  12 Tim Sepak Bola Dinas Pendidikan se-Sumbar Perebutkan Piala Bergilir Wali Kota Padang
Derek Cornelius
Derek Cornelius. (Foto: FIFA.com)

Bek Bosnia dan Herzegovina Nikola Katic juga menunjukkan performa defensif yang mengesankan dalam pertandingan yang sama. Ia mengoleksi 12 sapuan, lima blok, tujuh tekel, serta memenangi 11 duel udara.

Sebanyak 20 aksi bertahan Katic terjadi di area sepertiga pertahanan timnya, menggambarkan betapa besarnya kontribusi pemain tersebut dalam meredam serangan Kanada.

Kapten Amerika Serikat Tyler Adams turut mendapat perhatian berkat perannya membatasi Paraguay hanya menghasilkan 0,60 xG sepanjang pertandingan.

Sementara itu, bek Tanjung Verde Sidny Lopes Cabral menjadi salah satu faktor utama keberhasilan timnya mencatat clean sheet saat menghadapi Spanyol. Ia menyumbang lima blok, lima tekel, dan 10 perebutan bola yang membuat salah satu unggulan turnamen kesulitan mengembangkan permainan.

Gelandang Austria Xavier Schlager melengkapi daftar pemain bertahan terbaik. Meski berposisi sebagai gelandang, ia membukukan 11 perebutan bola dan tujuh aksi defensif di area sepertiga akhir lapangan saat Austria mengalahkan Yordania.

Penampilan Schlager membantu Austria mengendalikan jalannya pertandingan setelah fase awal yang berlangsung ketat dan menjadi fondasi penting bagi kemenangan timnya.

FIFA Power Rankings 2026 Kategori Bertahan
FIFA Power Rankings 2026 Kategori Bertahan. (Foto: FIFA.com)

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru