Padang, Javanusa—Ahmad Alfatih dari SMAN Agam Cendekia dan Ulya Kirena Halim dari SMAN 2 Padang Panjang resmi menjadi wakil Sumbar dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026.
Keduanya berhasil melewati seleksi berjenjang dan akan bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
Keberhasilan dua pelajar tersebut menjadi kebanggaan bagi Sumbar sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan generasi muda di daerah.
Kepastian itu diperoleh setelah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelesaikan proses verifikasi calon anggota Paskibraka Nasional pada 15 hingga 19 Juni 2026 di Jakarta.
“Alhamdulillah, dua orang perwakilan kita lolos seleksi nasional. Keduanya itu adalah Ahmad Alfatih dari Kabupaten Agam dan Ulya Kirena Halim dari Kota Padang Panjang,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar, Mursalim di Padang, Selasa (23/6/2026).
Setelah lolos seleksi nasional, Ahmad dan Ulya akan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan selama sekitar 45 hari di Desa Bahagia mulai Juli hingga Agustus 2026. Tahapan tersebut menjadi persiapan akhir sebelum bertugas mengibarkan Bendera Pusaka Merah Putih di Istana Negara.
Bersaing dengan Puluhan Peserta dari Sumbar
Perjalanan Ahmad dan Ulya menuju tingkat nasional tidak mudah. Keduanya harus bersaing dengan 86 peserta yang mewakili 19 kabupaten dan kota di Sumbar.
Seleksi tingkat provinsi berlangsung pada 8–13 Mei 2026 di UPTD BKOM Pelkes Pemprov Sumbar. Para peserta menjalani berbagai tahapan penilaian, mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum, pemeriksaan kesehatan, parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), Samapta, hingga penilaian kepribadian dan pantukhir.
Dari seluruh peserta, enam orang terbaik dipilih untuk mengikuti verifikasi tingkat nasional. Ahmad Alfatih dan Ulya Kirena kemudian berhasil mengamankan dua kursi wakil Sumbar di Paskibraka Nasional 2026.
Gubernur: Kebanggaan untuk Sumbar
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih kedua pelajar tersebut. Menurutnya, keberhasilan Ahmad dan Ulya merupakan hasil dari proses pembinaan generasi muda yang berjalan secara konsisten.
“Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Artinya, pembinaan generasi muda di Sumatera Barat berjalan baik dan mampu melahirkan putra-putri terbaik yang siap membawa nama daerah di tingkat nasional,” kata Mahyeldi.
Ia menegaskan seleksi Paskibraka tidak hanya bertujuan mencari peserta terbaik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
Sementara itu, peserta yang lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi akan menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan pada 1–18 Agustus 2026 di UPTD BKOM Pelkes Provinsi Sumbar. (*/red)






